Kamis, 04 Maret 2010

STYLE EPISODE 7

Secara tak disangka, Lee Seo Jung paling banyak mendapatkan dukungan stiker untuk busana terbaik mengalahkan Park Ki Ja (yang biasanya selalu menang). Seo Jung maju ke depan podium, hadiah tas Rouenrakan diberikan oleh Pemimpin redaksi baru Park Ki Ja. Di atas panggung mereka berdua tersenyum dengan penuh kepura-puraan mereka masih mendendam satu sama lain.

Min Joon menemui Woo Jin dia benci pada Woo Jin. Woo Jin menyindirnya karena terlihat sekali naksir Ki Ja. Woo Jin berkata aku tak kan pernah mencintai wanita sampai harus menangis. Di akhir acara Woo Jin ingin Ki Ja mengakui bahwa Ki Ja mengundangnya dia tak mau dimanfaatkan. Ki Ja tak mau mengakui itu di depan Pres dir Son. Woo Jin marah dan berkata bahwa setelah ini hubungan mereka berakhir. Seo Jung kasihan pada Woo Jin dia menarik Woo Jin untuk pulang. Min Joon berkata bahwa awalnya dia berniat menghadiahkan gaun edisi terbatas itu untuk Ki Ja karena dia yakin sesuai untuk acara ini, tapi Min Joon berkata bahwa tiba-tiba dia tidak ingin memberikannya untuk Ki Ja. (Min Joon dendam cintanya ditolak hehe)

Di mobil Seo Jung mencoba menghibur Woo Jin. Seo Jung menemani Woo Jin Sambil berkliling-keliling mengemudikan mobilnya dia bercerita tentang cara dia menghibur dirinya dari ayahnya. Woo Jin mengantarkan Seo Jung sampai ke daerah rumahnya.
Ki Ja telah menunggu Woo Jin di depan rumahnya. Woo Jin kesal. (karena Ki Ja ga ngaku ngundang dia dan manfaatin dia malah bilang Seo Jung mungkin yang ngundang).
Ki ja beralasan hal itu bisa menguntungkan bagi dirinya juga Woo Jin. Dia bisa tetap sukses karirnya, Woo Jin bebannya skandalnya akan lama-lama menghilang. Woo jin tetap marah (Ki Ja emang ga punya perasaan deh). Ki Ja juga akhirnya kesal dia bilang tidak mau pria cengeng

Pagi hari Seo Jung pusing riasan dan busana apa yang akan dipakainya ke kantor, dia terbebani dengan julukan busana terbaik. Dia ingin memakai tas Rouennya dan bingung busana yang sepadan untuk tasnya. Di lift dia bertemu Park Ki Ja. Ki Ja menyindirnya Seo Jung yang sekarang belum pantas memakai produk Rouen dan malah bisa merusak citra Rouen. Dia menyuruh Seo Jung untuk menyimpan tas itu dulu di lemari sampai dia pantas memakainya. (duh kasian Seo Jung). Di kantor dia langsung menyembunyikan tas itu.

Park Ki Ja dan Presdir menemui perwalikan Reoun, mereka kembali akan bekerja sama dengan Style. Untuk peluncuran produk barunya mereka ingin top model Choi yang sudah lama tak muncul di korea

Di kantor, editor senior naik jabatan jadi assisten pemimpin redaksi. dia memimpin rapat menentukan tema edisi 201. Mereka memutuskan untuk menulis artikel tentang para pemimpin redaksi di dunia fashion. Mereka juga akan menulis tentang Par Ki Ja. Lea Seo Jung berkata dia tertarik menulis artikel tentang bosnya itu. Park Ki Ja setuju.

Para pemimpin redaksi majalah di korea suka mengadakan pertemuan Park Ki Ja memutuskan rapat di restoran (biar bisa deketin woo jin lagi soalnya). tapi Woo jin masih kesal, Ki Ja beralasan dia juga menolong restoran Woo Jin agar populer. Saat rapat pemred dari korean double kembali memanas-manasi Style.
Untuk tulisannya tentang Park Ki Ja, Lee Seo Jung berusaha mencari awal karir Park Ki Ja. Kim Min Joon memberinya bantuan dia kembali mengajak ke rumahnya, di kamarnya ada foto-foto Ki Ja ketika menjadi model di London. Dia terkesan dengan foto-foto Park Ki Ja. Kim Min Joo kembali menawarkan SEo Jung untuk tinggal di rumahnya agar lebih mudah menyusun artikelnya. Seo Jung sebetulnya memang sedang butuh uang untuk ayahnya dan bisa tinggal gratis sementara bisa membantunya.

Ayah Seo Woo Jin dan juga ayah Pres dir Son meninggal dunia. Seo Woo Jin berduka juga, dia ingin melayat ke pemakaman ayahnya tetapi diusir oleh saudaranya Presdir Son.

Park Ki Ja tidak punya waktu menengok Woo Jin atau datang ke pemakaman dia masih sibuk bekerja. Dia ada rapat dengan top model Choi. Dia mau kembali ke dunia model korea dan bekerja sama dengan Park Ki ja (padahal dulu hubungan mereka kurang bagus). Top model ini dikabarkan telah bercerai dengan suami kayanya dan kembali lagi dari amerika ke korea.

Ki Ja membicarakan konsep foto Choi dengan Min Joon. Seo Jung juga dilibatkan dalam proyek ini. Seo Jung memikirkan Woo Jin dia simpati dan sebenarnya ingin menemani Woo Jin, dia meminta tanggapan Min Joon. Min Joon dengan sedikit kesal berkata kadang laki-laki perlu sendiri.Seo Jung akhirnya bersedia tinggal di rumah Min Joon (karena berpikir rumah Min Joon luas 2 lantai dan banyak kamar aman kali). Min Joon telah membuatkan peraturan mereka tinggal bersama. Mereka masing-masing dilarang membawa pasangan heteroseksual ke rumah. Juga tidak boleh mengambil untung (berniat kontak fisik). Seo Jung setuju tapi dia minta aturan untuk relaks, mereka berdua akhirnya main game Wii tinju seruan-seruan berdua. Seo Jung kalah dia kecapean (gamenya tinju sih hehe)

Pagi hari, Ki Ja sudah menunggu Woo Jin di depan rumahnya ingin berbaikan. Woo Jin lari pagi, Ki Ja walau pake hak tinggi berusaha mengejar Woo Jin. Woo Jin saking kesalnya bilang, dia memeluk Ki Ja berkali-kali juga tidak akan merasakan apa-apa lagi (il feel lah maksudnya). Dia membuktikannya dengan memeluk ki ja terus langsung pergi.

Woo Jin ke sisi danau tempat abu ibunya disebar. Dia berkata ibunya mungkin bahagia karena orang dicintainya sudah menemaninya.

Ki Ja disertai Min Joon dan Seo Jung menemui top model Choi untuk membicarakan konsep foto mereka. Choi tidak setuju. Ki Ja menawarkan hal lebih dramatis untuk comeback Choi di korea. Dia menawarkan konsep yang sama dengan yang pernah dilakukan mendiang ibu Seo Woo Jin. Isunya mereka berdua hampir sama top model yang pernah menikah dengan orang kaya dan pergi ke luar negeri.

Min Joon dan Seo Jung heran dengan konsep Ki Ja. Mereka belum minta ijin atau setidaknya membicarakan hal ini dengan Woo Jin. Mereka menganggap Ki Ja tak punya perasaan karena lebih-lebih Woo Jin sekarang sedang berduka. Mereka ribut dan turun dari mobil. Seo Jung kesal dan berkata dia benar-benar tidak bisa mengerti Park Ki Ja sekarang dia menolak meneruskan wawancaranya dengan Park Ki Ja karena dia tidak bisa mengerti kelakuan orang diwawancarainya.

Seo Jung datang menemui Woo Jin dia mengucapkan belasungkawa. Mereka lalu berjalan-jalan mencari udara segar. Woo Jin ketepi danau. Woo Jin berkata bahwa ini tempat abu ibunya disebar. Mereka berdua kebetulan sedang terbebani masalah Park Ki Ja. Seo Jung melihat orang melakukan bungee jumping. SEo Jung berkata ingin melepas semua beban yang ada pada dirinya. Saat melakukan bungee jumping dia yakin tidak akan terpikir bebannya lagi (bener juga ya cuma ngeri dan pengen teriak ). Woo Jin akhirnya berkata dia juga ingin ikut loncat bersama Seo Jung.
Mereka dipasangi tali pengaman dan terjun bersama-sama (wuiiii...jadi pengen).

STYLE EPISODE 6

Kim Min Joon menawari Lee Seo Jung tinggal di rumahnya bersamanya. Leo Seo Jung sempat kaget.
"Kamu emang nyaman tinggal bersama dengan teman dan pacar temanmu", kata Min Joon (orang yang biasa tinggal di luar negeri emang gitu kali ya, tinggal bareng biasa, hualah gubrak).
"Aku bukan sepasang sepatu yang bisa dipindah tempat begitu saja", kata Seo Jung risi (bagaimanapun dia orang timur). "Kamu menganggapmu seperti tomat, bagaimanapun aku juga perempuan".

Setelah mencium Park Ki Ja, rupanya Woo Jin dan Ki Ja berkencan. Woo Jin dan Ki Ja bermaksud tidur di apartmen Woo Jin (yang satu lama di Inggris yang satu lama di amrik wualah). Mereka berbicara masalah pribadi, dan masalah pernikahan. Ke duanya kompak tidak memikirkan soal menikah. (tren kota besar dunia, usia matang, karir bagus tapi milih lajang dan seks bebas). Woo Jin bangun pagi hari, dia mendapati Ki Ja sudah tidak ada di sampingnya. Ki Ja sudah berangkat duluan ke kantornya.

Seo Jung terbangun hari sudah pagi, ternyata dia tertidur di depan komputer di rumah Min Joon. Mi Joon memberitahu bahwa ayah Seo Jung sudah memberi tahu bahwa setelah untuk PM Go telah selesai. Mereka bergegas bertemu ayahnya, dan mereka tampak puas dengan karya ayah Seo Jung.

Seo Jung menemui PM Go menawari (atau memohon tepatnya) untuk memakai baju rancangan Style yang dibuat oleh ayahnya.

Seo Woo Jin luluh dia bermaksud menemui ayah kandungnya yang sedang dirawat di rumah sakit. tapi dia urung karena banyak wartawan di dekat kamar ayahnya yang menggosipkan tentang hubungan dirinya dengan seorang pemilik perusahaan. Ternyata Dia menunggu di luar rumahsakit sampai sore dia menunggu hingga para wartawan pergi. Dia lalu secara pribadi menemui ayahnya. Ayahnya kembali mengatakan bahwa di asangat mencintai ibu Woo Jin dan minta Woo Jin mengambil alih Style untuk mewujudkan mimpi sang ibu.

Ki Ja masih sibuk mengkoordinasi (dan ngomelin tentunya) anak buahnya untuk menyiapkan artikel untuk edisi ke 200. Ternyata akhirnya PM Go mau memakai baju dari Style berarti dia mau diwawancarai majalah Style. Ki Ja mengerahkan anak buahnya segera mempersiapkan pemotretan karena jadwal PM Go yang padat dan terbatas. Min Joon mempersiapkan studio dan kamera, staf lain mempersiapkan setting dan make up. Seo Jung dapat tugas luar untuk mencari baju-baju yang cocok untuk PM Go. Seo Jung sudah mendapatkan beberapa baju-baju, sepatu dan asesoris , tapi dia kesulitan mendapatkan gaun utama. Majalah gosip musuh bebeyutan mereka Korean Double telah memesan semua gaun yang bagus di butik langganan mereka. Ki Ja mulai khawatir karena Seo Jung belum juga hadir padahal PM Go sudah datang ke lokasi pemotretan dan mau dirias.Seo Jung akhirnya melihat toko lain yang memajang gaun ungu cantik. Butik itu bukan mitra Style, dia memohon dengan sangat agar manager mau meminjamkan gaun itu untuknya.

Walau terlambat, kecapaian, kaki bengkak dan hidung mimisan akhirnya dia berhasil datang membawa gaun, baju dan asesoris yang diperlukan.PM Go orangnya kaku dan tomboi agak sulit mendapat pose yang bagus dan sulit tersenyum. Namun Min Joon dengan pengalamannya sebagai fotografer mampu mencandai PM Go sehingga dia bisa relaks dan tersenyum. Pemotretan sukses, Lee Seo Jung sepertinya proyeknya akan berhasil kali ini untuk dipromosikan sebagai editor (masih blom jd editor resmi karena waktu itu proyek Woo Jin gagal).

Menjelang terbitnya edisi 200 Ki Ja ternyata masih mendapat masalah. Majalah saingannya Korean Double yang gagal mendapatkan pemotretan untuk Woo Jin balas dendam. Mereka menerbitkan artikel gosip miring tentang woo Jin sebagai anak haram dari pemilik Style dan terlibat intrik di dalam Style. Berita ini memukul Woo Jin, Presdir Son juga Park Ki Ja yang perlu citra Style tetap bagus di mata rekan bisnis karena dia akan membuat pesta perayaan launching edisi 200 majalah Style.
Park Ki Ja minta Presdir menyerahkan penyelesaian masalah ini kepadanya.

Park Ki Ja menemui perwakilan Rouen di korea, Rouen ceritanya perusahaan fashion merek terkenal dunia dari Prancis yang sebagai mitra utama Style (sabangsaning Christian Dior atau Chanel kali cuma fiktif). Ki ja meyakinkan bahwa tidak perlu khawatir tentang citra Style, karenaitu adalah gosip murahan yang tidak benar seperti angin lalu.

Ki Ja menghubungi Seo Wo Jin, agar dia tidak terpengaruh untuk gosip itu dan jangan juga sembunyi, dia harus berani muncul seperti ibunya dulu sebagai topmodel. Ki Ja mengundangnya untuk hadir di perayaan launcing edisi ke 200 majalah Style.

Para staf majalah Style heboh mempersiapkan diri untuk pesta perayaan, Selain diharuskan membagikan undangan ke VIP mereka juga sibuk mempersiapkan penampilan mereka agar tidak memalukan di pesta sebagai editor majalah fashion. Para staf datang ke butik sponsor dan berebut gaun. Seo Jung sebagai orang baru di majalah ragu untuk datang ke acara pesta. Min Joon berkata bahwa bahwa Seo Jung juga harus datang dan tampil cantik. Dia yang akan mensponsori gaun untuk Seo Jung.

Park Ki ja datang ke butik langganannya untuk mencari gaun spesial dan memesan juga tuxedo untuk Woo Jin. Park Ki Ja sebenernya tidak menginginkan model gaun terbaru dia ingin gaun khusus keluaran beberapa tahun yang lalu yang hanya dibuat terbatas untuk ulang tahun majalah fashion terkemuka di amrik ke 200, rasanya cocok untuk momen Style kali ini. Tapi pemilik butik merasa gaun itu sudah sukar ditemukan walaupun di eropa sekalipun.

Semua bersiap-siap untuk datang ke pesta. Ki Ja sudah mengirimkan tuxedo untuk Woo Jin dan kembali menuliskan pesan untuk datang. Min Joon memperlihatkan gaun coklat indah untuk Seo Jung pakai. Min Joon berkata baju ini butuh beberapa hari perjalanan dari pemilik butik kenalannya di London. Hanya ada 200 dan dulu dibuat khusus untuk perayaan ke 200 majalah fashion terkemuka. (baju yang diincer sama Park Ki Ja).
Perayaan ini selain dihadiri oleh orang-orang dunia fashion juga dihadari oleh para selebritis korea, termasuk artis K Pop FT Island dan 2PM (aku ga gitu hafal sama KPop) yang akan mengisi acara. Presiden Direktor Son dan Park Ki Ja hadir dengan gaun mewah. Seo Jung dengan gaun indah dan riasan menawan datang berpasangan dengan Min Joon. Woo Jin datang sendirian.

Ki Ja mengenali busana yang dikenakan Seo Jung dan dia sangat kesal. Woo Jin hadir presdir tidak nyaman Di depan Presdir Ki Ja tidak mengakui bahwa Woo Jin diundang olehnya.
Woo Jin kesal dan dia merasa seperti orang tolol yang datang sendiri ke pesta yang tidak diharapkan. Ki Ja akhirnya memanggil Woo Jin karena mereka akan bertemu perwakilan dari Rouen. Woo jin merasa hanya dimanfaatkan oleh Ki Ja, dia marah. Min Joon juga tidak suka kehadiran Woo Jin, dia melihat tuxedo Woo Jin dan langsung menebak bahwa tuxedo semewah itu pasti dari Ki Ja.

Acara berlandung meriah. Ki Ja resmi menjadi Pemimpin Redaksi Style dan memberikan sambutan. Para staf dibagikan stiker untuk memasangkan stiker kepada hadirin dengan busana terbaik. Orang yang paling banyak tertempel stiker itulah pemenangnya dan akan mendapat hasiah tas tangan dari sponsor Rouen. Min Joon langsung menempelkan stiker pada Seo Jung. Park Ki Ja biasanya slalu mendapatkan gelar busana terbaik. Tapi kali ini para staff ingin menjaili bossnya, saat-saat terakhir lampu dimatikan mereka kompak menempelkan stiker kepada Seo Jung. Di akhir acara secara mengejutkan Seo Jung mendapat stiker terbanyak dan dia dinobatkan wanita dengan busana terbaik malam itu.
Dan hadiahnya akan diberikan oleh Pemimpin redaksi yang baru Park Ki Ja

STYLE EPISODE 5

Bapak tua yang datang menemui Woo Jin sepertinya ayah biologis Woo Jin (ayah yang nelantarin dia juga). Bapak itu udah tua , sakit-sakitan dan jalannya harus di kursi roda. Bapak itu minta Woo Jin masuk ke Style karena dulu style itu ia buatkan untuk ibunda Woo Jin. Nama "Style" itu adalah usul ibunya. Walau bagaimanapun dia menyayangi ibu Woo Jin yang mau berpacaran dengannya walaupun saat itu dia sudah tua (tajir juga kali hehe). Woo Jin menolak karena merasa dia bukan keluarga mereka.

Seo Jung masih lembur di kantor , Min Joon menemuinya. Dia menyarankan
"Kalau kau penasaran tanyakan saja maksud ciuman mereka itu?", kata MinJoon. Dia juga berkata bahwa Park Ki Ja membeli sepatu hijau itu sendiri. "bagaimana alau kita juga kencan untuk membalas dendam pada mereka", canda Min Joon. Seo Jung kaget, tapi Min Joon hanya mengucek rambut SEo Jung lalu pergi begitu saja.
Min Joon sebenernya stress akan hubungan kakak senior pujaannya (Ki Ja) dan Woo Jin. Dia menari sepuas-puasnya untuk menghilangkan galau hatinya.

Pagi hari Seo Jung bangun dengan ceria dia mau mengubah diri dia menjadi baru dan semangat. dia juga mulai berusaha memperhatikan penampilannya yang cuek dan minta temannya memake up dirinya. Seo Jung datang pagi-pagi ke kantor. Ki Ja heran. Seo Jung berkata dia akan berubah mulai saat ini. Tapi tetap saja riasan wajahnya dan bajunya masih dikritik masih jauh dari standar Ki Ja.

Park Ki Ja dengan serius meeting dengan anak buahnya untuk merancang edisi khusus majalah Style. Seo Jung diminta kembali konsentrasi meliput PM wanita. Seo Jung menguntit hari-hari PM. Di sana dia kembali bertemu dengan musuh lamanya (di ep awal) yang selalu menghalanginya meliput PM.
Park Ki Ja kali ini kehilangan Min Joon yang tidak ke kantor dia mengkhawatirkannya. Ki Ja menemui Min Joon di rumahnya dan minta Min Joon tidak mencampur adukkan masalah pribadi dan pekerjaan. Tapi Min Joon masih ngambek ceritanya.

Presdir Son, tau ayahnya(mungkin ayahnya?) menemui Woo Jin. Dia menekan Woo Jin bahwa dia tidak mungkin merebut Style darinya karena Style itu miliknya.

Dari presdir, Ki Ja tau sedikit banyak asal usul Seo Woo Jin, dia mengirimkan Woo Jin paket dokumen yang tentang sejarah Style. Woo Jin kesal apa lagi yang dimaui Park Ki Ja darinya.an Ki Ja berjanji dengan rekan bisnisnya di restoran Woo Jin. Dia minta dibuatkan artikel untuk edisi khusus. Setelah itu dia menemui Woo Jin. Woo Jin dengan penuh curiga menanyakan maksud Ki Ja memberinya dokumen sejarah Style.
"Apa kau tak takut aku akan menendangmu begitu aku masuk ke Style?!", kata Woo Jin sinis.

Park Ki Ja minta ruangan Pemimpin Redaksi dibereskan dari barang-barang Kim Ji Won (pemred lama) karena dia ingin pindah ke ruangan itu. Ji Won datang menengok ke kantor dan heran barangnya sudah disingkirkan Ki Ja.
"Aku hanya pergi dinas 20 hari!", Ji Won marah
"Aku pastikan setelah 20 hari juga barangmu tidak ada di sini lagi", sindir Ki Ja.

Ji Won menemui adiknya yang bekerja di majalah lain. adiknya ini musuh bebuyutannya Seo Jung. Dia meminta adiknya meliput tentang PM Go dan Seo Woo Jin karena itu yang sedang akan diliput Ki Ja. Ji Won dendam dan ingin menggagalkan rancangan edisi khusus yang dibuat Ki Ja.

Seo Jung pulang ke rumah dan mendapati Kap Joo teman sekamarnya membawa pacarnya orang asing untuk tinggal bersama mereka. Seo Jung pusing dan risi.
"Tenang saja dia bukan laki-laki dia ini orang asing", kata Kap Joo cuek.(yang laki2 juga toh haha)

Beredar berita miring tentang PM Go mengenai pakaiannya yang buruk. Ki Ja melihat ini peluangnya untuk bisa meliput PM Go. Dia menemui sekretarisnya dan berjanji akan merancangkan pakaiannya dan memohon jadwal pemotretan.
Seo Jung menengok seniornya Min Joon di rumahnya. Di sana dia sambil menyiapkan rancangan baju untuk PM Go. Min Joon memberinya saran. Ayah SEo Jung yang merupakan penjahit jas sedang ada di SEol, Min Joon dan SEo Jung minta bantuan ayahnya untuk membuatkan/mempermak Jas seperti rancangan Seo Jung.

Ki Ja mendapat laporan bahwa Woo Jin menerima pemotretan dari majalah lain dalam rangka acara amal. Dia marah merasa rencananya diserobot juga marah pada Woo Jin yang bersedia diwawancarai majalah lain (abis bukannya dulu jg sama Style artikelnya pernah gagal?!).
Dia menghampiri acara itu dan langsung melabrak majalah itu , dia juga berbicara tegang dengan Woo Jin.
Mereka lalu keluar Ki Ja memukul Woo JIn dengan tasnya dan menyindir tentang asal usul keluarga/ masa lalu Woo Jin. Woo Jin yang gantian marah dia minta Ki Ja minta maaf, tapi Ki Ja kabur. Woo Jin mengejarnya sampai tempat parkir. Woo Jin bersikukuh minta Ki Ja minta maaf tapi Ki Ja juga bersikukuh cuek. Woo Jin menarik baju Ki Ja sampai robek(atau resletingnya sampe kebuka? pokonya gitu deh). Min Joon da Seo Jung kebetulan datang berusaha melerai mereka. Tapi mereka menolak urusan mereka dicampuri.

Ki ja tiba di rumahnya dia merenung. Malamnya dia kembali menemui Woo Jin di restorannya. Ki Ja meminta maaf. Woo Jin masih kesal dan menganggap ucapan Ki Ja yang dingin hanya basa basi. Ki Ja mengaku bahwa dia sebenarnya bukan orang tanpa perasaan. Dia hanya berusaha menyingkirkan perasaan pribadi dan masalah pekerjaan. Woo Jin menganggap kali ini ucapan Ki Ja tidak ada yang ditutup tutupi dia mencium Ki Ja (wow nah loh!)

Seo Jung kembali menyelesaikan artikel bersama Min Joon di rumah Min Joon. Dia tiba-tiba berkata
"Kenapa sering terlihat Woo Jin dan Ki Ja bertengkar hebat. Jangan-jangan mereka saling jatuh cinta?"
Min Joon merenung lama sekali. Dia lalu berkata pada Seo Jung
"SEo Jung sudahlah kau tinggal saja di sini. Tinggallah bersamaku", pinta Min Joon
Seo Jung kaget dia cuma melongo...

STYLE EPISODE 4

Park Ki Ja baru mengetahui bahwa ternyata sepatu yang dipilihkannya itu untuk Seo Jung. Dia juga kesal dan tak rela memakai sepatu yang sama dengan SEo Jung. Ki Ja membuka sepatunya dan lebih memilih pulang tanpa alas kaki.
Seo Jung yang sedang kecewa artikelnya tak jadi terbit juga bertambah kesal. Min Joon heran ternyata seniornya terlalu berlebihan.

Esok hari majalah itu beredar di publik. Betapa kagetnya pemred dan woo jin. pada saat yang sama Ki Ja mencoba mendekati presdir.Presdir memberikannyauang kompensasi untuk diberikan kepada Woo JIn.
Pemred marah pada Park Ki Ja, dia menuduh park ki ja telah menusuknya dari belakang.
Woo Jin kesal karena artikelnya teryata tidak terbit, dia mendatangi Park ki Ja di kantor. Park Ki Ja masih mendendam pada Woo Jin soal sepatu itu .
Dengan dingin ia berkata dialah yang berhak menentukan artikel itu dimuat atau tidak. Dia meninggalkan uang kompensasi untuk woo jin dan pergi meninggalkan Woo jin yang sedang kesal.

Dalam keadaan kesal Woo Jin lalu menemui Seo Jung . Dia berkata tak mau lagi berurusan dengan SEo Jung. Woo JIn ingat sebenarnya dari dulu dia juga tidak mau diliput Style, ini karena Seo Jung terus membujuknya. Eh akhirnya dia malah dipermalukan.

Artikel Julia K yang ditulis Park Ki Ja, meliput rancangan yang pernah dia buat dulu juga foto model favoritnya dulu. Model itu ternyata adalah ibunda Seo Woo Jin. Presdir kesal begitu melihat model yang terpampang di artikel Julia K (ibunda Woo JIn), dia sepertinya ada dendam masa lalu dengannya. Dia merobek majalahnya dan memanggil pemred dan juga Park Ki Ja. Park Ki Ja akhirnya dipersalahkan, dia terdesak posisinya.

Seo Jung sakit dan tidak muncul di kantor. Dia cape lahir batin (makan hati terus sih) . Senior Kim Min Joon menengoknya. SEo Jung tampak pucat dan kelelahan. Min Joon membawakannya es krim dan menyuapinya. Min Joon percaya es krim bisa membuat badan lebih segar (duh jd pengen makan es krim disuapin maksudnya hehe).

Di restorannya Woo Jin melihat artikel Julia K dia melihat foto ibunya kala masih muda. Dia terharu dan tidak percaya ibunya ternyata sangat cantik. Julia menemui seseorang bapak tua, dia memperlihatnya foto ibu Woo Jin saat muda.

Park Ki Ja merenung dia akhirnya menulis surat pengunduran dirinya. Dan menyerahkannya pada pemred pagi harinya.
tapi bukan Ki Ja kalau menyerah begitu saja dia menemui teman dekat bisnis pemred dan mengancamnya soal penyalahgunaan iklan.
Presdir menemui Pemred dia memperlihat hasil audit iklan dan uang yang disetor. Pemred terbukti berkolusi dengan salah satu rekan bisnisnya.

Merasa mungkin kali ini saat - saat terakhirnya di kantor Park Ki Ja mentraktir anak buahnya makan malam. Dia sengaja memilih restoran Woo Jin (orng ini pinter bikin kesel orang hehe). Karena dipaksa Woo Jin dengan malas duduk semeja dengan mereka. Seo Jung masih stres dia minum anggur, begitu juga Woo Jin dan Min Joon. Namun seo jung yang menghabiskan wine paling banyak.
Woo Jin kesal dengan sikap Ki Ja yang dingin ingin menang sendiri, tidak merasa salah dan tak meminta maaf padanya. Mereka juga berencana pergi ke karaoke, woo jin terpaksa ikut juga. Di sisi jalan dia mengomel dan menyalahkan Ki Ja. Ki Ja yang dingin kesal juga, dia menyuruh woo Jin diam tapi Woo Jin tak berhenti ngomel. Park Ki Ja mencium Woo Jin. Woo Jin tak suka dan berusaha melepaskan diri. Ki Ja beralasan dia menciumnya karena mulut Woo Jin tak mau berhenti bicara.

Tanpa tau apa yang terjadi Seo Jung dan Min Joon kebetulan menyaksikan Woo Jin dan Park Ki Ja berciumian. Min Joon patah hati, SEo Jung walau mabuk dia juga melihatnya dan patah hati. Di tempat Karaoe Seo Jung mabuk dan menyanyi keras-keras. Min Joon kasihan melihat Seo Jung yang mabuk dan terlihat merana. Pemred Kim Ji Won yang sadar dia diserang Ki Ja datang ke tempat karaoke. Dia marah pada Ki Ja dan menyiram Ki Ja dengan es batu. Ki Ja berusaha tetap dingin dan cuek.
"Apa kamu menyukai Woo Jin", tanya Min Joon
"Ya...eh tidak", walau mabuk dia berusaha menyembunyikan perasaannya.
SEo Jung mabuk, Min Joon membawa Seo Jung ke rumahnya. Pagi harinya ketika sadar Dia stress takut diapa-apain ama Min Joon. Min Joon cuma tertawa (ga sejelek itu lah dia). Seo Jung tiba-tiba ingin ke kamar mandi, doa menjerit karena melihat Min Joon yang tengah mandi.
Mereka lalu pergi ke kantor bersama. Di mobil Seo Jung malu dan tidak mau bicara. Min Joon mencairkan suasana
"Aku khan yang jadi korban, yang dilihat olehmu. Mengapa kau yang tidak mau bicara". kata Min Joon.
Tiba-tiba Seo Jung merasa ingat sesuatu "Apa benar tadi malam aku meliat Woo Jin dan boss..."
"Sudah lupakan semua itu", kata Min joon sambil menjentikkan jarinya.

Di lift mereka bertemu Park Ki Ja. Ki Ja menyindir baju Seo Jung yang terlihat belum ganti baju. Dia mencurigai Min Joon dan Seo Jung. Seo Jung berusaha menyangkal. Namun Min Joon ingin pamer dan berkata dia semalam memang bersama Seo Jung.

Di kantor Presdir kembali memanggil pemred Kim Ji Won dan Park Ki Ja. Dia kembali mempekerjakan Ki Ja dan meminta Kim Ji Won tugas luar ke Paris untuk beberapa lama. Presdir mempercayakan edisi khusus disiapkan sepenuhnya oleh Park Ki Ja. Ki Ja sekarang merasa menang.

Seo Jung menemui Woo Jin, dia ingin mengembalikan sepatu pemberian Woo Jin. Dia merasa dipermainkan oleh Woo Jin. Selama ini SEo Jung mengira woo Jin memberikan dua pasang sepatu , satu untuknya dan satu untuk Ki Ja.Tapi woo jin tak mau menerima barang itu kembali, dia menyuruh Seo Jung membuangnya saja jika tidak mau. Seo Jung pergi , begitu melihat tempat sampah dia membuangnya. tapi dia berubah pikiran san sayang sepatu itu, dia mengambilnya kembali.

Makan malam presdir mentraktir Park Ki Ja. Dia menjanjikan Ki Ja jika majalah edisi khusus sukses dia akan dipromosikan menjadi Pemimpin Redaksi.
Malam hari seorang bapak tua yang sangat mengenal Woo Jin mengunjungi restorannya. Dia berbicara pada Woo Jin dan meminta Woo Jin mengambil alih Style.

STYLE EPISODE 3

Min Joon dan Woo Jin sama-sama spontan terjun ke air untuk menolong Park Ki Ja. Tapi Min Joon keduluan sama Woo Jin dan dia kesal. Malang bagi Seo Jung dia timbul tenggelam di air sendiri mereka lupa menolongnya..
Rombongan pulang kembali ke Seoul ke kantor, dan kepergian kali ini bagai mimpi buruk bagi Seo Jung.
"Aku ini juga khan perempuan, dan mereka tidak menolongku", Seo Jung kesal pada nasibnya sendiri.
Dia menjemur sepatu dan bajunya yang basah (karena kecebur dikolam)di lantai atas gedung. eh lagi-lagi dia sial, sepatunya jatuh ke lantai dasar. Belum lagi Park Ki ja dan Min Joon yang menanyainya tentang setelan yang hilang. Seo Jung rasanya telah berkali-kali menkan dengar bossnya mengatakan "Kau tidak becus dalam segala hal yang kau kerjakan".

Seorang editor mengembalikan baju pada Min Joon, dia berkata dia hanya meminjam baju itu karena ingin tampak keren di mata para wanita. Min Joon mencek baju itu, ternyata itu baju yang selama ini mereka ributkan hilang. Editor itu meminta maaf dan memohon-mohon pada Seo Jung agar tidak mengatakan hal ini pada siapapun apalagi pada bosnya. "Kau kan sudah sering dimarahi dan dihukum boss, jadi sudah terbiasa", katanya memohon dengan cemas. Seo Jung lagi-lagi kesal pada dirinya sendiri.

Manager dan Park Ki Ja menemui Presdir. Presdir tiba-tiba berubah pikiran dia tidak mau Chef Woo Jin diliput di makalahnya. Managernya yang penjilat segera mengiyakan tapi pak Ki Ja kesal pada managernya yang tidak punya prinsip. "Ini lah makanya majalah kita tidak pernah menjadi majalah no 1"
Giliran SEo Jung yang bingung manager memintanya menghentikan menulis liputan Woo Jin sedangkan Park Ki Ja menyuruhnya jalan terus
"Kau harus mempertahankan apa yang tengah kau kerjakan", desak Ki Ja.

Park Ki Ja berdandan menawan menemui Woo Jin, dia mengatakan terimakasih karena Woo Jin bagaimanapun telah menolongnya di kolam renang
"Itu hanya reflek spontan, tak perlu dilebih-lebihkan", Woo Jin merendah (atau jaim).
Dia mengajak Ki Ja jalan karena dia bermaksud membelikan hadiah untuk wanita dan minta Ki Ja memilihkan untuknya. Mereka melihat-lihat sepatu, Woo Jin menunjuk sepatu casual warna putih yang sederhana tapi manis. Tapi Ki Ja memberinya saran sepatu hijau yang lebih trendy.
Di kantor Min Joon kasihan pada SEo Jung yang sebenarnya tidak bersalah, dia tahu sepatu SEo Jung masih basah, dia mengajaknya pergi dan mencarikan sepatu. Mereka berempat bertemu dengan saling salah tingkah. Min Joon tidak sengaja memilihkan sepatu warna putih seperti yang sempat dilihat Woo Jin tadi dan membelikannya untuk Seo Jung. Ki Ja kesal melihatnya.

Hubungan Ki Ja dan Min Joon yang secara fisik begitu dekat tiba-tiba jadi dingin. Min Joon tidak senang karena dia rasa di hati seniornya telah ada laki-laki lain.
Seo Jung senang dengan sepatu yang telah dibelikan untuknya. Dia seharusnya benar-benar bersyukur tetapi hatinya tidak merasa demikian. Dia masih tidak enak melihat Woo Jin bersama atasannya tadi.


Seo Jung jadi merasa kesal dengan Woo Jin dia mencurahkan kekesalannya pada artikel Woo Jin yang sedang disusunnya. Tapi manager mengiranya lain, dia memarahi SEo Jung yang masih nekad menulis tentang Woo Jin

Mantan model dan Designer senior Julia K kembali ke korea setelah lama tinggal di luar negeri. Dia curiga ada hubungan yang tidak baik antara manager/pemred nya. Dia ingin menggunakan berita Julia K untuk menekan managernya. Dia juga curiga ada hubungan apa antara presdir dan Woo Jin. Secara Kebetulan Woo Jin kenal baik dengan Julia K karena teman ibunya.

Park Ki ja kembali mencela SEo Jung, dia beranggapan bahwa tulisan artikelnya tidak bermutu. Kim Joon datang menengahi. Dia heran pada seniornya Ki Ja karena menurutnya tulisan Seo Jung tidak ada salahnya. Giliran Ki Ja yang kesal dia menuduh Kim Joon dan Seo Jung berpacaran.

Seo Woo Jin menemui Seo Jung. Dia ternyata membelikan sepatu hijau itu untuk Seo Jung. Seo Jung terpana dia sempat sedih karena mengira Woo Jin membelikan sepatu itu untuk Park Ki Ja. Woo Jin mengatakan bahwa itu hadiah untuk Seo Jung karena mendapat promosi sebagai editor.
Park Ki ja menyiapkan dua artikel utama yang masing-masing bisa mengerjai manager atau presdir. Dia mengajak presdir bertemu dengan Julia K di restoran Woo Jin. Presdir kaget bertemu Woo Jin tapi mereka masih pandai menutupi hal ini.

Seo Jung senang karena artikel yang ditulisnya tentang Seo Jung akan diterbitkan, itu debut pertamanya sebagai editor.
Park Ki Ja pergi ke toko sepatu dia sudah jatuh cinta pada sepatu hijau yang dia pilihkan untuk Woo Jin. Dia juga membeli untuk dirinya sendiri. Dia juga masih penasaran tentang hubungan presdir dan Woo Jin, tapi dia belum berhasil menguaknya. Detik-detik terakhir menjelang pencetakan majalah, Park Ki Ja memutuskan untuk mengganti artikel Woo Jin dengan Julia K. Untuk kali ini dia memutuskan untuk mengerjai manager/pemred nya dulu.

Seo Jung di tempat percetakan kaget dan kecewa ternyata artikelnya tidak jadi terbit dan digantikan oleh artikel Julia K. Park Ki Ja juga datang ke percetakan untuk mengecek majalah. Seo Jung begitu kesal melihat atasannya saat itu, dia tahu pasti perubahan ini atas perintah atasannya.
Pada saat yang sama dia Ki Ja melihat bahwa Seo Jung dia dan seo Jung memakai sepatu hijau yang sama. Dia tidak rela kalau ternyata sepatu itu untuk Seo Jung.

STYLE EPISODE 2

Park Ki Jadatang mencari Lee Seo Jung dengan tas baru yang diimpikan Seo Jung. Seo Jung terus memperhatikan tas itu. tapi bossnya menyindir Seo Jung tidak bakal mampu membeli tas sebagus ini dengan gajinya.
Seo Jung kesal tapi dia berusaha sabar menghadapi atasannya. Park Ji sa menanyakan tawaran interview dengan Chef Seo Wo Jin. Woo jin bersedia dengan beberapa syarat yatiu dia harus tampil sebagai berita utama 8 halaman dan yang mewawancarainya harus Lee Seo Jung. Demi target dari presdir walaupun melukai harga dirinya Park Ji Sa menyetujuinya.

Mereka melakukan sesi foto dan wawancara di pulau jeju. Pada saat yang sama Presdir juga datang ke pulau jeju. Manager dan park ji sa harus melayani boss besar. Managernya hobi banget jilat atasannya. Giliran park Ki Ja yang disuruh jadi pelayan

Di sini terlihat bahwa Park Ki Ja juga tidak mudah dalam karirnya, dia sebagai yang paling mudah kerap makan hati harus melayani boss besar dan ditekan dengan target yang tinggi. Park Ki Ja harus melayani presdir dari maen golf, spa sampe karaoke. Tapi dia tidak diajak menginap bersama direktur. Karena kamar terbatas terpaksa Seo jung membiarkan atasannya tinggal di kamarnya. Dia tak beran tidur sebelah atasannya dia terpaksa tidur di lantai

Sessi pertama foto, masak dan wawancara lumaya sukses. wawancara mengambil tempat di mercusuar putih (tempat ending drama IRIS). Sessi ke 2 bahan makanan dan setelan jas dari sponsor tertinggal. Lee Seo Jung ditugaskan mencarinya. Alih-alih mengambil barang-barang yang diperlukan dia malahan bertemu kembali dengan pacarnya yang sedang kencan dengan pacar barunya. Lee Seo Jung emosi dia langsung mengejar pacar dan pasangan barunya Dia malah terlibat perkelahian dan benar-benar lupa akan tugasnya.

Park Ki Ja mendapat laporan sessi foto berantakan dan Seo Jung menghilang dia datang ke lokasi. Wo Jin ga mau masak karena bahan utamanya kerang tidak ada. Ki Ja dan Wo Jin terpaksa ke pantai mencari kerang sendiri.
Hubungan mereka emang tidak bagus sering sindir menyindir, mereka pun akhirnya bertengkar di pantai dan saling melempar lumpur. Park Ki Ja yang telah bergaya dengan baju pantainya, sekujur tubuhnya dipenuhi lumpur. Seo Jung pun dengan tampilan acak-acakan karena habis berkelahi datang. Malangnya dia benar lupa tugasnya dan pasti langsung kena marah semua orang, dan tentu saja Ki Ja
Malamnya dia tidak berani masuk ke kamar, dia tidur di luar. Woo Jin tak tega dan membiarkannya masuk ke kamarnya. dia menyiapkan ekstra bed untuk Seo Jung.

Pagi hari Seo Jung terbangun kesiangan dia kikuk dan langsung keluar kamar. Tidak sengaja dia kepergok oleh Min Joon dan Park Ki Ja dia seba salah lalu sembunyi. Dia akhirnya keluar karena sebenarnya dia tidak perlu takut karena tidak bersalah (nasibnya aja apes hehe). Dia bertemu lagi dengan Ki Ja ditepi kolam, Ki Ja menyindir dan menuduhnya bahwa dia menggunakan tubuhnya demi wawancara. Seo Jung yang tidak merasa bersalah tersinggung. Dia tiba-tiba berani balik menyindir bossnya yang hubungannya juga secara fisik terlalu dekat dengan Min Joon adik kelasnya.

Mereka bertengkar dan keduanya tercebur ke kolam renang. Mereka berdua berteriak-teriak karena tidak bisa berenang. Woo Jin Dan Min Joon datang menolong. Dan mereka ternyata refleks hendak menolong orang yang sama Park Ki Ja seorang.

Note: yang mau ditonjolkan di drama ini sepertinya fashion dan environmentnya, jadi masih bingung juga nih nulisnya. Baju yang dipakai Park Ji Sa bagus-bagus mending cuci mata baju-bajunya hehe

Kamis, 25 Februari 2010

STYLE episode 1


Ringkasan Episode 1
Drama ini nyritain seorang pekerja cewe Lee Su Jung yang kerja di majalah fashion Style. Su Jung cewe yang ga happy sama kerjaannya karena menurutnya atasan langsungnya Park Ji Sa buat dia frustasi dan susah. Suatu malam dia tulis semua kekesalan dan curahan hatinya di kertas dan di cap trus dia tempel di kantor.
Lee Su Jung walau stress di kantor dia bertahan karena dia masuh butuh gajinya untuk membeli barang2 favoritnya. Dia ngebet pengen tas limited edition jadi dia bertahan kerja demi bisa beli tas itu.
pagi hari dia mau ke kantor, kaget liat mobil bossnya lewat dia inget tulisan kekesalannya masih ditempel di kantor. dia bela2in lari-lari trus naik tangga supaya bisa nyabut tulisannya sbelum bosnya dateng. Malangnya tetep aja tulisannya kebaca sama si boss cewe galak itu.
Dia minta ampun sampe rela badannya diinjek bos. bosnya ga main-main di injek juga itu pantat anak buahnya. Cedera deh pantat Su jung.

Di kantor itu kedatangan fotografer baru keren (ceritanya) Kim Min Joon. Fotografer ini akrab banget sama Park Ji Sa. Su jung nasibnya masih malang, dia bagian beli kopi. udah gitu ada orang lempar majalah style dan kena kopi yang dia bawa. pakaiannya kotor, malang lagi deh.
Su Jung diminta bantuin sesi pemotretan, dia diminta masang asesoris tapi ga fokus, sialnya penitinya malah nusuk sang model. sesi pemotretan itu jadi ditunda alias gagal. Gara-gara masalah ini bos nya park ji sa kena marah managernya.

Su Jung di rumah juga sial dimarahi temennya karena ngotorin bajunya(kena kopi).
Su jung dapet tugas baru ngewawancara perdana mentri wanita. PM ini sudah banget dideketin karena asistennya juga galak-galak. trus dia harus bersaing denganwartawan majalah lain. Lagi tugas dia didorong jatuh pas ke bokongnya yang lagi sakit. Ga hanya itu pas mau sesi tanya jawab dia juga jatuh didudukin pas juga di bokongnya
Oh ya di hotel itu sekarang disiapin masakan oleh chef baru yang OK (ceritanya) chef woo jin. Dia profesional dan hati-hati dan pake hati untuk nyiapin masakan. Nasib se jung mempertemukannya dengan chef woo jin. dia tau su jung terluka di pantat. dia mau ngobatin su jung dan minta celana ketatnya diturunin/diplorotin dikit. Su jung marah, tapi woo jin ngingetin dia bisa lumpuh. akhirnya woo jin nge gunting jin itu dan ngasih akupuntur di bokong Su jung. Su jung ga terima dan dikira dia dokter mal praktek.
Dia ngejar dokter itu sampe ke kamar hotelnya ternyata di kamar itu udah ada bossnya park ji sa yang pengen ngewawancara chef woo jin yang berubah profesi dari dokter alternatif jadi chef. Woo jin nolak interview dan su jung jadi salah tingkah sama bossnya.

Sampe di rumah ada kejutan dari temennya dan pacarnya , Su jung ultah dan dia ternyata dapet hadiah tas impiannya. tapi sujung ga enak karena tau ini tas mahal dan pacarnya sampai nyicil untuk beli tas itu

Bosnya ini terus ngejar-ngejar woo jin buat wawancara dan su jung pun kesusahan dapat wawancara PM. manager dan park ji sasekarang udah dimarahin sama direktur yang nuntut harus ada wawancara orang-orang terkenal untuk naikin peringkat majalahnya jadi nomor 1.

Dia khirnya bikin persetujuan sama Park Ji Sa buat bantuin dia bisa interview Woo Jin. Suatu malam Su Jung bantuin woo jin nyiapin sayuran. eh tiba-tiba dia liat sosok yang dikenalnya. ternyata pacarnya lagi pacaran sama cewe lain. dia marah-marah dan ngelemparin pacarnya pake sayuran yang dsiapin sama chef.
di akahirnya curhat tentang pacarnya yang sempet beliin tas tapi ditolak. Pas lagi curhat dia ga sengaja dilihat bossnya. yang bikin Su jung kaget bossnya yang stylish itu ternyata pake tas yang mirip dengan tas impiannya.

STYLE

style-11

Title: Style Judul: Style
Based on the novel of the same title Style by Baek Young Ok Berdasarkan novel dengan judul yang sama oleh Baek Young Gaya Ok
Genre: Romance Genre: Romance
Episodes: TBA Episode: TBA
Director: Oh Jong Rok ( Working Mom ) Direktur: Oh, Jong Rok (Working Mom)
Screenwriter: In Eun Ah ( Love Marriage , Goong ) Screenwriter: In Eun Ah (Cinta Perkawinan, Goong)
Broadcast Network: SBS, Saturday & Sunday 21:45 Broadcast Network: SBS, Sabtu & Minggu 21:45
Broadcast period: 2009-Aug-01 Broadcast period: 2009-Aug-01


Synopsis Sinopsis
Seo Jung Lee baru-baru ini bergabung dengan sebuah majalah mode perusahaan bernama telepon seluler. Bosnya, Editor Park, adalah membenci oleh karyawan karena dia marah-marah. Seperti Seo Jung sedang mencoba untuk mendaki jajaran perusahaan ini, dia menyadari bahwa dunia mode bukanlah tempat yang cantik. . Romance, pengkhianatan, persaingan, dan kebohongan semua datang bersama dengan wilayah. Namun, ia bertemu Seo Woo Jin yang membantu dirinya selama masa-masa sulit ini. Little apakah dia tahu tapi sebenarnya Jin Woo bosnya mantan pacar. Bagaimana hal ini akan mempengaruhi pengejaran Seo Jung bekerja di dunia mode?

Karakter Deskripsi

style-cast-12 Park Ki Ja
Para pemimpin redaksi majalah mode terkenal perusahaan bernama telepon seluler. Editor Taman memiliki penampilan yang indah serta kemampuan luar biasa dalam jurnalisme. Namun, ia memiliki kepribadian yang aneh dan gugup temperamen. Dia tidak disukai oleh juniornya karena dia berlebihan gairah untuk bekerja. Karakter mirip dengan Miranda di The Devil Wears Prada. Editor Park adalah bos Lee Seo Jung dan bentrokan dengan dia tentang segala hal.

style-cast-22

Lee Seo Jung

A 26 tahun untuk fitur asisten tim. Dia hanya pemula dengan hanya satu tahun pengalaman.

Namun, Seo Jung mengatasi kesulitan bekerja di bawah perusahaan Style tangga. Dia harus berurusan dengan politik kantor, persaingan sengit di dunia mode dan industri barang-barang mewah.

style-cast-31 Seo Woo Jin

Seorang mantan dokter bedah plastik yang sekarang ini memiliki restoran. Dia muncul di depan Seo Jung tepat pada saat ia sedang menghadapi krisis terbesar dalam hidupnya - dia dikhianati oleh pacarnya yang dia telah bersama selama tiga tahun.

Woo Jin juga kebetulan mantan pacar Editor Park.

style-cast-42

Kim Min Joon

Seorang fotografer di majalah Style.

Karakter akan mengeksplorasi homoseksualitas (atau bisexuality) melalui Min Joon satu-sisi minat Woo Jin.

Credit: soompi

Pemeran
Ryu Shi Won as Seo Woo Jin Ryu Shi Won sebagai Seo Woo Jin
Lee Ji Ah as Lee Seo Jung Lee Ji Ah sebagai Lee Seo Jung
Kim Hye Soo as Park Ki Ja Kim Hye Soo sebagai Taman Ki Ja
Lee Yong Woo as Kim Min Joon Lee Yong Woo Kim Min Joon
Nah Young Hee as Son Young Hee Nah sebagai Anak Muda Young Hee Hee
Shin Jung Geun as So Byung Suk Shin Jung Byung Geun sebagai Jadi Suk
Han Chae Ah as Cha Ji Sun Han Chae Ji Ah sebagai Cha Sun
Kim Ga Eun as Wang Mi Hye Ga Kim Eun Hye Mi Wang
Park Ji Il as Lee Suk Chang Park Ji Il Suk Lee Chang
Kim Shi Hyang as Hwang Bo Kap Joo Kim Shi Hyang Hwang Bo Kap Joo
Kim Gyu Jin as Nam Bong Woo Gyu Kim Nam Bong Jin Woo
Hong Ji Min as Oh Yoo Na Hong Ji Min sebagai Oh Yoo Na
Han Seung Joon as Jae Suk Han Seung Joon sebagai Jae Suk
Jessica Gomes as herself (cameo, ep1) Jessica Gomes sebagai dirinya sendiri (cameo, ep1)


style-1

style-3

style-4

Sabtu, 20 Februari 2010

Brilliant Legacy episode 28

Sung Hee teringat kata-kata Seung Mi, "Ibu, kenapa kau melakukan itu?! Kenapa harus kau yang menjadi ibuku?! Kau membuatku gila!" Ia kemudian teringat Pyung Joong, "Apa kau manusia?!". Eun Woo berkata, "Itu ibu."
Sung Hee hendak meloncat dari atas, namun Seung Mi datang dan memanggilnya, "Ibu! Ibu, jangan! Jangan lakukan itu!" Seung Mi menangis ketakutan. "Ibu, kau tidak boleh mati!"
Sung Hee: Tidak ada alasan lagi untuk hidup.
Seung Mi: Hiduplah untukku. Semenderita apapun ibu, ibu tidak boleh mati! Apapun yang telah ibu lakukan, aku butuh ibu! Jangan mati, ibu! Jangan melarikan diri sendirian! Jika ibu pergi, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Satu-satunya orang yang menyayangi aku adalah ibu. Bagaimana aku bisa hidup tanpa ibu? Jika ibu masih ingin pergi, bawa aku bersama ibu.
Seung mi berlari ke arah Sung Hee. Sung Hee menoleh dan menghalangi putrinya. "Jangan! Jangan, Seung Mi!"
Seung Mi: Ibu! Jangan mencampakkan aku dan melarikan diri! Ibu, kumohon... Kumohon... Ibu...

Seung tertidur di pangkuan Sung Hee. Saat hari sudah pagi, Seung Mi terbangun dan kaget melihat Sung Hee tidak ada di sisinya. Ia berlari keluar dengan panik untuk mencari ibunya. "Ibu!"
Sung Hee kemudian muncul dengan membawa tas. "Sarapan sudah siap. Aku akan segera kembali."
Seung Mi: Ibu mau kemana?
Sung Hee: Jangan khawatir. Ada hal yang harus aku selesaikan.
Seung Mi: Hati-hati. Cepat pulang.

Sung Hee menemui Pyung Joong untuk memberi tahu bahwa ia telah mengembalikan uang asuransi. "Ini tanda terimanya. Aku juga sudah menjual apartment. Ini uang yang tersisa. Aku sudah menawarkan rumah untuk dijual dan memberi nomor telepon Eun Sung untuk dihubungi. Setelah rumah terjual, kau bisa mengambil uangnya."
Pyung Joong: Kenapa kau melakukan ini?
Sung Hee: Seung Mi ingin aku untuk mengembalikan semuanya, jadi aku melakukannya. Setelah semuanya dikembalikan, aku akan pergi dari sini. Ia bilang, ia membutuhkan aku. Ia akan sendirian bila tidak ada aku. Ia memanggil orang seperti aku ibunya dan ingin aku trerus terus di sampingnya. Aku akan menggunakan sisa hidupku untuk membayar kesalahanku pada Seung Mi.

Seung Mi datang ke rumah Eun Sung. Ia menunggu di sana karena Eun Sung dan Eun Woo sedang keluar.
"Eun Woo!" panggil Seung Mi ketika melihat Eun Sung dan Eun Woo datang.
Eun Woo: Kakak!
Seung Mi memberikan sebuah tas berisi sesuatu pada Eun Woo. "Dulu kakak belum sempat membelikanmu ini."
Eun Woo: Ayo kita pergi membeli hamburger. Hamburger dan soda.
Seung Mi tersenyum. "Ingatanmu sangat bagus."
Eun Sung memberi Eun Woo uang dan memintanya pergi membeli hamburger sendiri. Eun Woo berjalan pergi, namun Seung Mi memanggilnya. "Eun Woo, jaga dirimu.".
Eun Sung: Jangan melakukan ini lagi pada Eun Woo.
Seung Mi: Aku hanya ingin mampir sebelum pergi.
Eun Sung: Kau ingin pergi?
Seung Mi: Ibuku ingin bunuh diri. Aku memohon padanya untuk tetap hidup karena aku takut hidup... seorang diri.
Eun Sung bersikap dingin. "Karena ibumu ingin bunuh diri, maka kau berharap untuk dimaafkan?"
Seung Mi: Maafkan aku. Itu semua salahku. Jika aku melepaskan kak Hwan lebih awal, ibu pasti tidak akan menjadi serakah. Karena aku ingin setara dengan keluarga kak Hwan, maka ibu menjadi serakah dan mengambil semua uang asuransi. Ia takut ketahuan sehingga melakukan itu pada Eun Woo. Ibuku melakukan kesalahan itu, semuanya karena aku. Maafkan aku, Eun Sung.
Wajah Eun Sung melembut dan akhirnya tersenyum.

Seung Mi menemui Hwan. "Aku kemari karena aku ingin meminta sesuatu dari kak Hwan. Sesuatu yang ingin aku lakukan bersama kak Hwan, tapi belum sempat kita lakukan."
Ternyata Seung Mi ingin naik bus bersama Hwan. Di sepanjang perjalanan, mereka hanya duduk diam. Sejak bus ramai sampai bus mulai sepi.
Seung Mi: Terima kasih karena selama ini kakak selalu di sampingku. Karena kakak, aku tidak merasa kesepian. Jaga Eun Sung baik-baik.
Hwan hanya bisa terdiam.
Seung Mi: Ini haltenya. Kakak, kau turun duluan.
Hwan melihat Seung Mi dari luar dan Seung Mi menatapnya, tersenyum.

Pyung Joong memberikan uang dari Sung Hee kepada Eun Sung. Ia meminta maaf kepada Eun Sung karena membiarkan Sung Hee pergi tanpa meminta persetujuan Eun Sung. "Walaupun aku ingin membawa dia ke penjara, tapi hal itu tidak akan membuat kemarahanku hilang." kata Pyung Joong.
Eun Sung juga bercerita bahwa Seung Mi menemuinya dan memohon agar memaafkan ia dan ibunya. Seung Mi tidak akan mungkin bisa hidup tanpa ibunya.
Seung Mi dan Sung Hee pindah.
Nenek Jang memanggil Pyung Joong dan menawarkan proyek untuk membangun apartment karyawan. Ia meminta Pyung Joong untuk mengerjakan proyek ini bukan karena koneksi, tetapi karena Nenek Jang tahu tentang perusahaan Pyung Joong dan kemampuannya sebagai konstruktor. Nenek Jang juga memberi Pyung Joong sejumlah uang untuk membeli rumah baru, namun Pyung Joong menolak. Ia mengatakan bahwa Eun Sung akan membawa Eun Woo untuk bersekolah di luar negeri.

Young Suk datang ke cabang kedua dan meminta agar Hwan tidak melaporkannya ke polisi. Hwan menarik kerah baju Young Suk. Eun Sung melihat mereka dan melerai. "Jangan bertindak seperti itu pada pelanggan!" ujar Eun Sung pada Hwan. Eun Sung hendak minta maaf, namun karena ia melihat bahwa pelanggan itu adalah Young Suk, dengan spontan Eun Sung malah memukulnya.

Eun Sung memberi tahu Hwan bahwa ia akan bersekolah di luar negeri menggunakan uang yang dikembalikan Sung Hee. Hwan marah dan berseru, "Jangan pergi!"
Tapi Eun Sung bersikeras. Ia ingin memberi Eun Woo pendidikan pianist yang baik agar Eun Woo bisa menjadi pianist dan komposer profesional. Hwan menyerah.

Eun Woo bilang pada Eun Sung bahwa Kak Ramyun (Hwan) menyukai Spy. "Spy sangat cantik dan tidak pernah mendengarkan kakak. Kak Ramyun menyukai Spy. Kau tidak tahu bagaimana rasanya menyukai orang yang membencimu kan?"
Eun Sung: Hwan bilang begitu?

Nenek Jang berkata pada Hwan, jika ia mau bersama Eun Sung, kenapa Hwan tidak bersekolah di luar negeri juga? Ia sekarang sudah bisa mempercayai Hwan dan membiarkan Hwan pergi "Buat keputusan yang akan membuatmu tidak menyesal."
Di lain pihak, Pyung Joong bertanya pada Eun Sung apakah ia pergi karena Hwan. Eun Sung bilang bahwa ia akan pergi. Pyung Joong kemudian berkata, "Jangan lakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal nantinya."

Hwan berlari ke halte bus untuk menemui Eun Sung.
Eun Sung sudah naik bus untuk menemui Hwan. Ia melihat Hwan ingin memanggil taksi dan bergegas turun. Ia melambai melarang Hwan.
Eun Sung: Tunggu aku. Aku ada di situasi dimana aku tidak bisa tidak pergi. Jadi tunggu aku.
Hwan: Apa kau bilang?
Eun Sung: Aku bilang tunggu aku!
Hwan tersenyum dan memeluk Eun Sung. "Bodoh!" katanya. "Tentu saja aku akan menunggumu."

Hwan bilang ia sebenarnya ingin pergi juga, namun ia tidak bisa karena ia belum memberikan nenek kenangan yang indah. Ia tidak bisa meninggalkan nenek. Jika ingan nenek mulai memudar, ia ingin neneknya melupakan kenangan-kenangan yang buruk dan menggantinya dengan kenangan yang indah bersama cucunya. Ia juga ingin membuktikan pada neneknya bahwa ia bisa membangun hidupnya sendiri sedikit demi sedikit.
Eun Sung: Kau jadi sedikit keren.
Hwan: Sedikit?
Eun Sung: Semua itu akan tercapai. Karena kau adalah cucu nenek.

Eun Sung menemui Jun Se dan Hye Ri untuk mengatakan rencananya bersekolah di luar negeri. Ia berterima kasih pada Jun Se karena telah menolongnya selama ini. Jun Se bilang, Eun Sung harus baik-baik dengan Hwan. Ia ikut bahagia jika gadis yang disukainya bahagia.

Nenek Jang menyuruh Pyo Sung Chul untuk bertemu dengan seorang wanita dan mencari jodoh. Namun Sung Chul menolak karena ia tidak ingin menikahi wanita yang tidak dikenalnya. Nenek Jang memanggil Young Ran dan menunjukkan foto wanita itu.
Nenek Jang: Apa pendapatmu tentang wanita ini? Apa dia tidak cantik?
Young Ra berkata dingin, "Dia seperti wanita penggoda. Ibu, kenapa kau selalu memaksa orang yang tidak mau pergi berkencan?" Lalu pergi ke dapur.
Nenek Jang terkejut sekaligus bingung.
Pyo Sung Chul menyusul Young Ran ke dapur.
Young Ran: Apa kau tidak mau berkencan karena wanita itu? Dia sudah tua, dia kekanak-kanakan, dan wanita yang...
Young Ran teringat saat ia terpeleset dan Sung Chul menangkapnya. Sung Chul berkata, "Berhentilah melakukan hal-hal yang bodoh."
Young Ran: Apa itu... aku?
Hwan tiba-tiba datang untuk menanyakan makan siang.

Nenek Jang akhirnya menyadari bahwa Sung Chul menyukai Young Ran dan tidak menikah karena itu. Sung Chul minta maaf karena berani berbuat begitu, namun Nenek Jang bilang bahwa tidak ada perbedaan diantara manusia. Nenek juga merasa tenang jika menitipkan Young Ran pada Sung Chul.

Setelah makan siang, nenek meminta semuanya untuk berkumpul. Karena Eun Sung menolak perusahaan, maka ia akan menjadikan perusahaan itu sebagai perusahaan karyawan. Ia akan membagi-bagikan saham pada para karyawannya. Untuk aset yang tersisa, nenek menulisnya dalam surat warisan dan menyerahkannya pada Hwan. Ia meminta Hwan melaksanakan apa yang tertulis di surat warisan itu jika nenek sudah meninggal.

Nenek Jang berkata bahwa ketika ia sedang koma di rumah sakit, samar-samar ia mendengar suara Hwan yang menceritakan kecelakaan ayahnya. Nenek menoleh pada Hwan, "Hwan! Apakah itu semua benar?"
Hwan: Maafkan aku.
Nenek Jang: Bodoh! Kenapa kau tidak menceritakannya? Kenapa kau hidup dengan kesedihan seperti itu di hatimu? Apa mungkin... karena putraku mati untuk menyelamatkan anaknya, jadi kau takut aku akan membencimu?
Hwan: Semua itu terjadi karena aku terlalu keras kepala.
Nenek Jang menangis dan memeluk Hwan. Ia berkata bahwa orang tua manapun tidak akan menginginkan kejadian buruk menimpa anaknya.

Jung mencoba mencari pekerjaan, tapi kemampuannya terlalu buruk dan ia memutuskan untuk belajar terlebih dahulu.

Hwan mengajukan proposal untuk membuka cabang secara global. Tujuan pertama adalah New York. "Aku mencium adanya motif tersembunyi." ujar Nenek Jang curiga.
Hwan: Tidak ada.
Nenek Jang: Tidak?
Hwan menahan senyum. "Tentu tidak."
Nenek Hwan: Kalau begitu, ayo kita rapatkan.
Nenek Jang membagikan saham pada para karyawannya.
Pyung Joong memulai proyeknya dan membina karirnya dari awal lagi.
Seung Mi menjadi seorang guru dan Sung Hee bekerja di toko bunga.
Karena hari ini Eun Sung akan pergi ke Amerika, Hwan mengajaknya pergi piknik di tempat dimana Hwan dan ayahnya pergi sebelum kematian ayahnya. Hwan berniat memasakkan kari untuk Eun Sung. Agak ribet juga dia memasaknya.
Eun Sung memakan kari itu. Ia mengunyah dan terdiam.
Hwan: Bagaimana rasanya?
Eun Sung: Baru kali ini aku merasakan masakan seperti ini. Ini enak.
Hwan senang. "Benarkah?" Ia menyendok kari dan memakannya. "Kenapa kari rasanya seperti bubur?"
Eun Sung: Punyaku enak. Sangat enak sampai aku ingin menangis.
Eun Sung terharu, menahan tangisnya. Hwan tersenyum padanya.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan melihat danau.
Eun Sung: Aku tidak ingin terlambat ke airport. Aku harus pergi sekarang.
Hwan hanya diam. Eun Sung menatapnya. "Setelah selesai bekerja, kau harus langsung pulang!" kata Eun Sung. "Jika sudah dapat gaji, jangan minum-minum. Apalagi kalau kau sampai mabuk dan mengetuk pintu rumah seorang gadis..." ujar Eun Sung seraya menunjukkan kepalan tangan pada Hwan.
Hwan tertawa. "Apa?"
"Ada hal lain yang ingin kukatakan." kata Eun Sung. "Sun Woo Hwan!" Eun Sung kemudian berbisik di telinga Hwan, "A-ku-men-cin-ta-i-mu."
Hwan terkejut. "Apa yang tadi kau katakan?"
Eun Sung: Kau tidak dengar?
Hwan: Katakan sekali lagi.
Eun Sung tersenyum dan mencium Hwan.