Kamis, 25 Februari 2010

STYLE episode 1


Ringkasan Episode 1
Drama ini nyritain seorang pekerja cewe Lee Su Jung yang kerja di majalah fashion Style. Su Jung cewe yang ga happy sama kerjaannya karena menurutnya atasan langsungnya Park Ji Sa buat dia frustasi dan susah. Suatu malam dia tulis semua kekesalan dan curahan hatinya di kertas dan di cap trus dia tempel di kantor.
Lee Su Jung walau stress di kantor dia bertahan karena dia masuh butuh gajinya untuk membeli barang2 favoritnya. Dia ngebet pengen tas limited edition jadi dia bertahan kerja demi bisa beli tas itu.
pagi hari dia mau ke kantor, kaget liat mobil bossnya lewat dia inget tulisan kekesalannya masih ditempel di kantor. dia bela2in lari-lari trus naik tangga supaya bisa nyabut tulisannya sbelum bosnya dateng. Malangnya tetep aja tulisannya kebaca sama si boss cewe galak itu.
Dia minta ampun sampe rela badannya diinjek bos. bosnya ga main-main di injek juga itu pantat anak buahnya. Cedera deh pantat Su jung.

Di kantor itu kedatangan fotografer baru keren (ceritanya) Kim Min Joon. Fotografer ini akrab banget sama Park Ji Sa. Su jung nasibnya masih malang, dia bagian beli kopi. udah gitu ada orang lempar majalah style dan kena kopi yang dia bawa. pakaiannya kotor, malang lagi deh.
Su Jung diminta bantuin sesi pemotretan, dia diminta masang asesoris tapi ga fokus, sialnya penitinya malah nusuk sang model. sesi pemotretan itu jadi ditunda alias gagal. Gara-gara masalah ini bos nya park ji sa kena marah managernya.

Su Jung di rumah juga sial dimarahi temennya karena ngotorin bajunya(kena kopi).
Su jung dapet tugas baru ngewawancara perdana mentri wanita. PM ini sudah banget dideketin karena asistennya juga galak-galak. trus dia harus bersaing denganwartawan majalah lain. Lagi tugas dia didorong jatuh pas ke bokongnya yang lagi sakit. Ga hanya itu pas mau sesi tanya jawab dia juga jatuh didudukin pas juga di bokongnya
Oh ya di hotel itu sekarang disiapin masakan oleh chef baru yang OK (ceritanya) chef woo jin. Dia profesional dan hati-hati dan pake hati untuk nyiapin masakan. Nasib se jung mempertemukannya dengan chef woo jin. dia tau su jung terluka di pantat. dia mau ngobatin su jung dan minta celana ketatnya diturunin/diplorotin dikit. Su jung marah, tapi woo jin ngingetin dia bisa lumpuh. akhirnya woo jin nge gunting jin itu dan ngasih akupuntur di bokong Su jung. Su jung ga terima dan dikira dia dokter mal praktek.
Dia ngejar dokter itu sampe ke kamar hotelnya ternyata di kamar itu udah ada bossnya park ji sa yang pengen ngewawancara chef woo jin yang berubah profesi dari dokter alternatif jadi chef. Woo jin nolak interview dan su jung jadi salah tingkah sama bossnya.

Sampe di rumah ada kejutan dari temennya dan pacarnya , Su jung ultah dan dia ternyata dapet hadiah tas impiannya. tapi sujung ga enak karena tau ini tas mahal dan pacarnya sampai nyicil untuk beli tas itu

Bosnya ini terus ngejar-ngejar woo jin buat wawancara dan su jung pun kesusahan dapat wawancara PM. manager dan park ji sasekarang udah dimarahin sama direktur yang nuntut harus ada wawancara orang-orang terkenal untuk naikin peringkat majalahnya jadi nomor 1.

Dia khirnya bikin persetujuan sama Park Ji Sa buat bantuin dia bisa interview Woo Jin. Suatu malam Su Jung bantuin woo jin nyiapin sayuran. eh tiba-tiba dia liat sosok yang dikenalnya. ternyata pacarnya lagi pacaran sama cewe lain. dia marah-marah dan ngelemparin pacarnya pake sayuran yang dsiapin sama chef.
di akahirnya curhat tentang pacarnya yang sempet beliin tas tapi ditolak. Pas lagi curhat dia ga sengaja dilihat bossnya. yang bikin Su jung kaget bossnya yang stylish itu ternyata pake tas yang mirip dengan tas impiannya.

STYLE

style-11

Title: Style Judul: Style
Based on the novel of the same title Style by Baek Young Ok Berdasarkan novel dengan judul yang sama oleh Baek Young Gaya Ok
Genre: Romance Genre: Romance
Episodes: TBA Episode: TBA
Director: Oh Jong Rok ( Working Mom ) Direktur: Oh, Jong Rok (Working Mom)
Screenwriter: In Eun Ah ( Love Marriage , Goong ) Screenwriter: In Eun Ah (Cinta Perkawinan, Goong)
Broadcast Network: SBS, Saturday & Sunday 21:45 Broadcast Network: SBS, Sabtu & Minggu 21:45
Broadcast period: 2009-Aug-01 Broadcast period: 2009-Aug-01


Synopsis Sinopsis
Seo Jung Lee baru-baru ini bergabung dengan sebuah majalah mode perusahaan bernama telepon seluler. Bosnya, Editor Park, adalah membenci oleh karyawan karena dia marah-marah. Seperti Seo Jung sedang mencoba untuk mendaki jajaran perusahaan ini, dia menyadari bahwa dunia mode bukanlah tempat yang cantik. . Romance, pengkhianatan, persaingan, dan kebohongan semua datang bersama dengan wilayah. Namun, ia bertemu Seo Woo Jin yang membantu dirinya selama masa-masa sulit ini. Little apakah dia tahu tapi sebenarnya Jin Woo bosnya mantan pacar. Bagaimana hal ini akan mempengaruhi pengejaran Seo Jung bekerja di dunia mode?

Karakter Deskripsi

style-cast-12 Park Ki Ja
Para pemimpin redaksi majalah mode terkenal perusahaan bernama telepon seluler. Editor Taman memiliki penampilan yang indah serta kemampuan luar biasa dalam jurnalisme. Namun, ia memiliki kepribadian yang aneh dan gugup temperamen. Dia tidak disukai oleh juniornya karena dia berlebihan gairah untuk bekerja. Karakter mirip dengan Miranda di The Devil Wears Prada. Editor Park adalah bos Lee Seo Jung dan bentrokan dengan dia tentang segala hal.

style-cast-22

Lee Seo Jung

A 26 tahun untuk fitur asisten tim. Dia hanya pemula dengan hanya satu tahun pengalaman.

Namun, Seo Jung mengatasi kesulitan bekerja di bawah perusahaan Style tangga. Dia harus berurusan dengan politik kantor, persaingan sengit di dunia mode dan industri barang-barang mewah.

style-cast-31 Seo Woo Jin

Seorang mantan dokter bedah plastik yang sekarang ini memiliki restoran. Dia muncul di depan Seo Jung tepat pada saat ia sedang menghadapi krisis terbesar dalam hidupnya - dia dikhianati oleh pacarnya yang dia telah bersama selama tiga tahun.

Woo Jin juga kebetulan mantan pacar Editor Park.

style-cast-42

Kim Min Joon

Seorang fotografer di majalah Style.

Karakter akan mengeksplorasi homoseksualitas (atau bisexuality) melalui Min Joon satu-sisi minat Woo Jin.

Credit: soompi

Pemeran
Ryu Shi Won as Seo Woo Jin Ryu Shi Won sebagai Seo Woo Jin
Lee Ji Ah as Lee Seo Jung Lee Ji Ah sebagai Lee Seo Jung
Kim Hye Soo as Park Ki Ja Kim Hye Soo sebagai Taman Ki Ja
Lee Yong Woo as Kim Min Joon Lee Yong Woo Kim Min Joon
Nah Young Hee as Son Young Hee Nah sebagai Anak Muda Young Hee Hee
Shin Jung Geun as So Byung Suk Shin Jung Byung Geun sebagai Jadi Suk
Han Chae Ah as Cha Ji Sun Han Chae Ji Ah sebagai Cha Sun
Kim Ga Eun as Wang Mi Hye Ga Kim Eun Hye Mi Wang
Park Ji Il as Lee Suk Chang Park Ji Il Suk Lee Chang
Kim Shi Hyang as Hwang Bo Kap Joo Kim Shi Hyang Hwang Bo Kap Joo
Kim Gyu Jin as Nam Bong Woo Gyu Kim Nam Bong Jin Woo
Hong Ji Min as Oh Yoo Na Hong Ji Min sebagai Oh Yoo Na
Han Seung Joon as Jae Suk Han Seung Joon sebagai Jae Suk
Jessica Gomes as herself (cameo, ep1) Jessica Gomes sebagai dirinya sendiri (cameo, ep1)


style-1

style-3

style-4

Sabtu, 20 Februari 2010

Brilliant Legacy episode 28

Sung Hee teringat kata-kata Seung Mi, "Ibu, kenapa kau melakukan itu?! Kenapa harus kau yang menjadi ibuku?! Kau membuatku gila!" Ia kemudian teringat Pyung Joong, "Apa kau manusia?!". Eun Woo berkata, "Itu ibu."
Sung Hee hendak meloncat dari atas, namun Seung Mi datang dan memanggilnya, "Ibu! Ibu, jangan! Jangan lakukan itu!" Seung Mi menangis ketakutan. "Ibu, kau tidak boleh mati!"
Sung Hee: Tidak ada alasan lagi untuk hidup.
Seung Mi: Hiduplah untukku. Semenderita apapun ibu, ibu tidak boleh mati! Apapun yang telah ibu lakukan, aku butuh ibu! Jangan mati, ibu! Jangan melarikan diri sendirian! Jika ibu pergi, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Satu-satunya orang yang menyayangi aku adalah ibu. Bagaimana aku bisa hidup tanpa ibu? Jika ibu masih ingin pergi, bawa aku bersama ibu.
Seung mi berlari ke arah Sung Hee. Sung Hee menoleh dan menghalangi putrinya. "Jangan! Jangan, Seung Mi!"
Seung Mi: Ibu! Jangan mencampakkan aku dan melarikan diri! Ibu, kumohon... Kumohon... Ibu...

Seung tertidur di pangkuan Sung Hee. Saat hari sudah pagi, Seung Mi terbangun dan kaget melihat Sung Hee tidak ada di sisinya. Ia berlari keluar dengan panik untuk mencari ibunya. "Ibu!"
Sung Hee kemudian muncul dengan membawa tas. "Sarapan sudah siap. Aku akan segera kembali."
Seung Mi: Ibu mau kemana?
Sung Hee: Jangan khawatir. Ada hal yang harus aku selesaikan.
Seung Mi: Hati-hati. Cepat pulang.

Sung Hee menemui Pyung Joong untuk memberi tahu bahwa ia telah mengembalikan uang asuransi. "Ini tanda terimanya. Aku juga sudah menjual apartment. Ini uang yang tersisa. Aku sudah menawarkan rumah untuk dijual dan memberi nomor telepon Eun Sung untuk dihubungi. Setelah rumah terjual, kau bisa mengambil uangnya."
Pyung Joong: Kenapa kau melakukan ini?
Sung Hee: Seung Mi ingin aku untuk mengembalikan semuanya, jadi aku melakukannya. Setelah semuanya dikembalikan, aku akan pergi dari sini. Ia bilang, ia membutuhkan aku. Ia akan sendirian bila tidak ada aku. Ia memanggil orang seperti aku ibunya dan ingin aku trerus terus di sampingnya. Aku akan menggunakan sisa hidupku untuk membayar kesalahanku pada Seung Mi.

Seung Mi datang ke rumah Eun Sung. Ia menunggu di sana karena Eun Sung dan Eun Woo sedang keluar.
"Eun Woo!" panggil Seung Mi ketika melihat Eun Sung dan Eun Woo datang.
Eun Woo: Kakak!
Seung Mi memberikan sebuah tas berisi sesuatu pada Eun Woo. "Dulu kakak belum sempat membelikanmu ini."
Eun Woo: Ayo kita pergi membeli hamburger. Hamburger dan soda.
Seung Mi tersenyum. "Ingatanmu sangat bagus."
Eun Sung memberi Eun Woo uang dan memintanya pergi membeli hamburger sendiri. Eun Woo berjalan pergi, namun Seung Mi memanggilnya. "Eun Woo, jaga dirimu.".
Eun Sung: Jangan melakukan ini lagi pada Eun Woo.
Seung Mi: Aku hanya ingin mampir sebelum pergi.
Eun Sung: Kau ingin pergi?
Seung Mi: Ibuku ingin bunuh diri. Aku memohon padanya untuk tetap hidup karena aku takut hidup... seorang diri.
Eun Sung bersikap dingin. "Karena ibumu ingin bunuh diri, maka kau berharap untuk dimaafkan?"
Seung Mi: Maafkan aku. Itu semua salahku. Jika aku melepaskan kak Hwan lebih awal, ibu pasti tidak akan menjadi serakah. Karena aku ingin setara dengan keluarga kak Hwan, maka ibu menjadi serakah dan mengambil semua uang asuransi. Ia takut ketahuan sehingga melakukan itu pada Eun Woo. Ibuku melakukan kesalahan itu, semuanya karena aku. Maafkan aku, Eun Sung.
Wajah Eun Sung melembut dan akhirnya tersenyum.

Seung Mi menemui Hwan. "Aku kemari karena aku ingin meminta sesuatu dari kak Hwan. Sesuatu yang ingin aku lakukan bersama kak Hwan, tapi belum sempat kita lakukan."
Ternyata Seung Mi ingin naik bus bersama Hwan. Di sepanjang perjalanan, mereka hanya duduk diam. Sejak bus ramai sampai bus mulai sepi.
Seung Mi: Terima kasih karena selama ini kakak selalu di sampingku. Karena kakak, aku tidak merasa kesepian. Jaga Eun Sung baik-baik.
Hwan hanya bisa terdiam.
Seung Mi: Ini haltenya. Kakak, kau turun duluan.
Hwan melihat Seung Mi dari luar dan Seung Mi menatapnya, tersenyum.

Pyung Joong memberikan uang dari Sung Hee kepada Eun Sung. Ia meminta maaf kepada Eun Sung karena membiarkan Sung Hee pergi tanpa meminta persetujuan Eun Sung. "Walaupun aku ingin membawa dia ke penjara, tapi hal itu tidak akan membuat kemarahanku hilang." kata Pyung Joong.
Eun Sung juga bercerita bahwa Seung Mi menemuinya dan memohon agar memaafkan ia dan ibunya. Seung Mi tidak akan mungkin bisa hidup tanpa ibunya.
Seung Mi dan Sung Hee pindah.
Nenek Jang memanggil Pyung Joong dan menawarkan proyek untuk membangun apartment karyawan. Ia meminta Pyung Joong untuk mengerjakan proyek ini bukan karena koneksi, tetapi karena Nenek Jang tahu tentang perusahaan Pyung Joong dan kemampuannya sebagai konstruktor. Nenek Jang juga memberi Pyung Joong sejumlah uang untuk membeli rumah baru, namun Pyung Joong menolak. Ia mengatakan bahwa Eun Sung akan membawa Eun Woo untuk bersekolah di luar negeri.

Young Suk datang ke cabang kedua dan meminta agar Hwan tidak melaporkannya ke polisi. Hwan menarik kerah baju Young Suk. Eun Sung melihat mereka dan melerai. "Jangan bertindak seperti itu pada pelanggan!" ujar Eun Sung pada Hwan. Eun Sung hendak minta maaf, namun karena ia melihat bahwa pelanggan itu adalah Young Suk, dengan spontan Eun Sung malah memukulnya.

Eun Sung memberi tahu Hwan bahwa ia akan bersekolah di luar negeri menggunakan uang yang dikembalikan Sung Hee. Hwan marah dan berseru, "Jangan pergi!"
Tapi Eun Sung bersikeras. Ia ingin memberi Eun Woo pendidikan pianist yang baik agar Eun Woo bisa menjadi pianist dan komposer profesional. Hwan menyerah.

Eun Woo bilang pada Eun Sung bahwa Kak Ramyun (Hwan) menyukai Spy. "Spy sangat cantik dan tidak pernah mendengarkan kakak. Kak Ramyun menyukai Spy. Kau tidak tahu bagaimana rasanya menyukai orang yang membencimu kan?"
Eun Sung: Hwan bilang begitu?

Nenek Jang berkata pada Hwan, jika ia mau bersama Eun Sung, kenapa Hwan tidak bersekolah di luar negeri juga? Ia sekarang sudah bisa mempercayai Hwan dan membiarkan Hwan pergi "Buat keputusan yang akan membuatmu tidak menyesal."
Di lain pihak, Pyung Joong bertanya pada Eun Sung apakah ia pergi karena Hwan. Eun Sung bilang bahwa ia akan pergi. Pyung Joong kemudian berkata, "Jangan lakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal nantinya."

Hwan berlari ke halte bus untuk menemui Eun Sung.
Eun Sung sudah naik bus untuk menemui Hwan. Ia melihat Hwan ingin memanggil taksi dan bergegas turun. Ia melambai melarang Hwan.
Eun Sung: Tunggu aku. Aku ada di situasi dimana aku tidak bisa tidak pergi. Jadi tunggu aku.
Hwan: Apa kau bilang?
Eun Sung: Aku bilang tunggu aku!
Hwan tersenyum dan memeluk Eun Sung. "Bodoh!" katanya. "Tentu saja aku akan menunggumu."

Hwan bilang ia sebenarnya ingin pergi juga, namun ia tidak bisa karena ia belum memberikan nenek kenangan yang indah. Ia tidak bisa meninggalkan nenek. Jika ingan nenek mulai memudar, ia ingin neneknya melupakan kenangan-kenangan yang buruk dan menggantinya dengan kenangan yang indah bersama cucunya. Ia juga ingin membuktikan pada neneknya bahwa ia bisa membangun hidupnya sendiri sedikit demi sedikit.
Eun Sung: Kau jadi sedikit keren.
Hwan: Sedikit?
Eun Sung: Semua itu akan tercapai. Karena kau adalah cucu nenek.

Eun Sung menemui Jun Se dan Hye Ri untuk mengatakan rencananya bersekolah di luar negeri. Ia berterima kasih pada Jun Se karena telah menolongnya selama ini. Jun Se bilang, Eun Sung harus baik-baik dengan Hwan. Ia ikut bahagia jika gadis yang disukainya bahagia.

Nenek Jang menyuruh Pyo Sung Chul untuk bertemu dengan seorang wanita dan mencari jodoh. Namun Sung Chul menolak karena ia tidak ingin menikahi wanita yang tidak dikenalnya. Nenek Jang memanggil Young Ran dan menunjukkan foto wanita itu.
Nenek Jang: Apa pendapatmu tentang wanita ini? Apa dia tidak cantik?
Young Ra berkata dingin, "Dia seperti wanita penggoda. Ibu, kenapa kau selalu memaksa orang yang tidak mau pergi berkencan?" Lalu pergi ke dapur.
Nenek Jang terkejut sekaligus bingung.
Pyo Sung Chul menyusul Young Ran ke dapur.
Young Ran: Apa kau tidak mau berkencan karena wanita itu? Dia sudah tua, dia kekanak-kanakan, dan wanita yang...
Young Ran teringat saat ia terpeleset dan Sung Chul menangkapnya. Sung Chul berkata, "Berhentilah melakukan hal-hal yang bodoh."
Young Ran: Apa itu... aku?
Hwan tiba-tiba datang untuk menanyakan makan siang.

Nenek Jang akhirnya menyadari bahwa Sung Chul menyukai Young Ran dan tidak menikah karena itu. Sung Chul minta maaf karena berani berbuat begitu, namun Nenek Jang bilang bahwa tidak ada perbedaan diantara manusia. Nenek juga merasa tenang jika menitipkan Young Ran pada Sung Chul.

Setelah makan siang, nenek meminta semuanya untuk berkumpul. Karena Eun Sung menolak perusahaan, maka ia akan menjadikan perusahaan itu sebagai perusahaan karyawan. Ia akan membagi-bagikan saham pada para karyawannya. Untuk aset yang tersisa, nenek menulisnya dalam surat warisan dan menyerahkannya pada Hwan. Ia meminta Hwan melaksanakan apa yang tertulis di surat warisan itu jika nenek sudah meninggal.

Nenek Jang berkata bahwa ketika ia sedang koma di rumah sakit, samar-samar ia mendengar suara Hwan yang menceritakan kecelakaan ayahnya. Nenek menoleh pada Hwan, "Hwan! Apakah itu semua benar?"
Hwan: Maafkan aku.
Nenek Jang: Bodoh! Kenapa kau tidak menceritakannya? Kenapa kau hidup dengan kesedihan seperti itu di hatimu? Apa mungkin... karena putraku mati untuk menyelamatkan anaknya, jadi kau takut aku akan membencimu?
Hwan: Semua itu terjadi karena aku terlalu keras kepala.
Nenek Jang menangis dan memeluk Hwan. Ia berkata bahwa orang tua manapun tidak akan menginginkan kejadian buruk menimpa anaknya.

Jung mencoba mencari pekerjaan, tapi kemampuannya terlalu buruk dan ia memutuskan untuk belajar terlebih dahulu.

Hwan mengajukan proposal untuk membuka cabang secara global. Tujuan pertama adalah New York. "Aku mencium adanya motif tersembunyi." ujar Nenek Jang curiga.
Hwan: Tidak ada.
Nenek Jang: Tidak?
Hwan menahan senyum. "Tentu tidak."
Nenek Hwan: Kalau begitu, ayo kita rapatkan.
Nenek Jang membagikan saham pada para karyawannya.
Pyung Joong memulai proyeknya dan membina karirnya dari awal lagi.
Seung Mi menjadi seorang guru dan Sung Hee bekerja di toko bunga.
Karena hari ini Eun Sung akan pergi ke Amerika, Hwan mengajaknya pergi piknik di tempat dimana Hwan dan ayahnya pergi sebelum kematian ayahnya. Hwan berniat memasakkan kari untuk Eun Sung. Agak ribet juga dia memasaknya.
Eun Sung memakan kari itu. Ia mengunyah dan terdiam.
Hwan: Bagaimana rasanya?
Eun Sung: Baru kali ini aku merasakan masakan seperti ini. Ini enak.
Hwan senang. "Benarkah?" Ia menyendok kari dan memakannya. "Kenapa kari rasanya seperti bubur?"
Eun Sung: Punyaku enak. Sangat enak sampai aku ingin menangis.
Eun Sung terharu, menahan tangisnya. Hwan tersenyum padanya.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan melihat danau.
Eun Sung: Aku tidak ingin terlambat ke airport. Aku harus pergi sekarang.
Hwan hanya diam. Eun Sung menatapnya. "Setelah selesai bekerja, kau harus langsung pulang!" kata Eun Sung. "Jika sudah dapat gaji, jangan minum-minum. Apalagi kalau kau sampai mabuk dan mengetuk pintu rumah seorang gadis..." ujar Eun Sung seraya menunjukkan kepalan tangan pada Hwan.
Hwan tertawa. "Apa?"
"Ada hal lain yang ingin kukatakan." kata Eun Sung. "Sun Woo Hwan!" Eun Sung kemudian berbisik di telinga Hwan, "A-ku-men-cin-ta-i-mu."
Hwan terkejut. "Apa yang tadi kau katakan?"
Eun Sung: Kau tidak dengar?
Hwan: Katakan sekali lagi.
Eun Sung tersenyum dan mencium Hwan.

Brilliant Legacy episode 28

Brilliant Legacy episode 26

Seung Mi sangat terkejut melihat Eun Woo keluar dari bar. Seung Mi hendak memanggil Eun Woo, "Eun Woo..." Namun, ia melihat Hwan berjalan di belakang Eun Woo.
Hwan merangkul pundak Eun Woo. "Kita pergi bersama!"
Eun Woo menunjuk ke arah jalan. "Susu cokelat. Kita harus beli di sana."
Seung Mi bersembunyi di balik tiang.
Hwan dan Eun Woo masuk ke supermarket dan membeli dua susu cokelat. Hwan melihat susu itu. "Kau cuma mau beli dua?" tanyanya.
Eun Woo: Jika aku minum lebih dari dua, perutku akan sakit. Kalau perutku sakit, aku tidak bisa makan.
Hwan tertawa. "Anak ini pandai."
Hwan menunggu Seung Mi di bar. Ponsel Hwan bergetar. Ia mengambil ponsel di sakunya dan melihat sms dari Seung Mi. "Kak, maaf. Temanku tidak membiarkan aku pergi, jadi aku tidak bisa bertemu denganmu."

Eun Sung memutuskan untuk menjual rumahnya dan pindah ke tempat lain. Ia berencana untuk bekerja di sebuah toko pizza. Ia ingin memulai lagi hidupnya dari awal.
Hye Ri: Lalu bagaimana dengan Hwan? Sejak kapan kau menyukainya?
Eun Sung menundukkan kepalanya, dan tersenyum tipis. "Aku tidak tahu. Aku juga tidak tahu kenapa aku begini. Suatu ketika aku sadar, bahwa aku tertawa dan menangis karena dia. Aku bahagia karena dia dan aku terluka karena dia."

Seung Mi menemui ibunya. "Ibu, aku ingin bertanya, tolong jawab dengan jujur. Apa yang ibu lakukan pada Eun Woo?" tanyanya serius.
Sung Hee: Kenapa tiba-tiba kau menanyakan ini?
Seung Mi: Kemana ibu membawanya setelah ke Daegu?
Sung Hee: Kemana aku membawanya setelah ke Daegu.. Apa maksudmu?
Seung Mi: Apa ibu mengirimnya ke tempat lain?
Sung Hee bingung. "Kau pikir aku tidak punya perasaan? Aku membawa Eun Woo ke Daegu karena tempat itu aman. Aku tahu persis bahwa orang di sana baik. Karena itulah aku mengirimnya ke sana. Kau puas sekarang? Kenapa kau bertanya tentang Eun Woo?"
Seung Mi: Aku melihat Eun Woo.
Sung Hee menoleh dengan terkejut. "Kau melihat Eun Woo? Dimana dia sekarang?"
Seung Mi: Aku bersyukur dia masih sehat.
Sung Hee: Dimana kau melihatnya?
Seung Mi menangis. "Ibu, ayo kita kembalikan Eun Woo pada Eun Sung dan pergi. Aku tidak bisa melihat Eun Woo dibawa ke tempat lain lagi. Tidak, bahkan jika aku mati."
Sung Hee: Lalu? Kita kembalikan Eun Woo pada Eun Sung dan pergi? Pergi kemana?
Seung Mi: Kemana saja. Kita pergi dari Seoul. Aku tidak bisa memberikan Eun Woo pada orang lain lagi. Aku tidak akan melakukannya. Tidak, sampai aku mati. Jika aku melakukannya, aku pasti jadi gila.
Seung Mi bersikeras mengajak ibunya pergi, namun Sung Hee menolak.

Keesokkan paginya, Seung Mi tidak menemukan ibunya di rumah. Ternyata Sung Hee pergi melihat Eun Woo. Setelah itu, ia mencari Eun Sung dan mengajaknya bicara. Eun Sung berpura-pura tidak melihatnya dan terus berjalan.
Sung Hee: Ini tentang Eun Woo.
Eun Sung berhenti berjalan dan menoleh. "Kau bilang ini tentang Eun Woo. Ada apa?"
Sung Hee: Aku menemukan Eun Woo.
Eun Sung: Apa? Kau menemukan Eun Woo?
Sung Hee: Benar. Aku menyuruh orang untuk mencarinya.
Eun Sung: Kau benar-benar menemukannya?! Dimana? Dimana?
Sung Hee: Aku tidak bisa mengatakannya padamu sekarang.
Eun Sung: Kenapa kau tidak bisa mengatakannya? Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Sung Hee: Jika kau berjanji untuk meninggalkan Korea bersama Eun Woo, aku akan mengatakannya padamu. Eun Sung, bawa Eun Woo ke Amerika. Pergilah, dan biarkan Eun Woo belajar tentang piano, dan kau juga bisa melanjutkan kuliahmu.
Eun Sung marah dan berkata keras, "Apa maksudmu? Apa kau benar-benar menemukan Eun Woo?"
Sung Hee tidak mengindahkan kata-katanya. Ia mengeluarkan buku rekening dari tasnya. "Aku akan mengembalikan semua uang ayahmu.Itu cukup untuk melanjutkan kuliahmu."
Eun Sung: Aku harus melihat Eun Woo dulu. Aku tidak akan mempercayai kata-katamu sampai aku melihat Eun Woo! Kau pikir aku bisa dibodohi lagi?
Sung Hee: Sebelum kau pergi, kau tidak akan bisa melihat Eun Woo.
Eun Sung setuju. "Tepati janjimu. Jika aku tidak melihat Eun Woo, aku akan kembali. Aku tidak akan melepaskanmu."
Sung Hee: Kita akan bertemu lagi lusa di Bandara Tokyo.
Sung Hee pergi dan menyuruh orang untuk membawa dan mengantarkan Eun Woo padanya lusa jam 8:30.

Eun Sung sedih karena ia harus pergi lusa. Ia mulai mendatangi orang-orang yang disayanginya untuk mengucapkan selamat tinggal secara tidak langsung.
Eun Sung datang untuk menemui Nenek Jang. Ia membelikan Nenek Jang topi.
Eun Sung: Nenek terlihat lebih kurus.
Nenek Jang: Kurus bagaimana? Ibunya Hwan memberiku makanan yang bergizi setiap hari.
Eun Sung berdiri dan memeluk Nenek Jang dari belakang. "Nenekku!"
Nenek Jang: Apa yang kau lakukan?
Eun Sung berkata sedih namun berusaha tetap terdengar ceria, "Nenek, kau harus sehat. Aku sudah tidak bekerja di perusahaan nenek lagi sekarang."
Nenek Jang: Hubungan seseorang tidak disatukan oleh darah, tapi disatukan oleh hati.
Eun Sung memeluk Nenek Jang sambil menangis. "Aku tahu." ujar Eun Sung.
Nenek Jang: Tunggu sebentar lagi. Kebenaran akan terungkap dan segalanya akan membaik.
Eun Sung: Ya.
Eun Sung keluar dari ruangan Nenek dan bertemu dengan Hwan. Hwan mengantarnya keluar rumah. "Besok kan hari libur, kau tidak akan melakukan apa-apa, kan? Apa mau main denganku?" ujar Eun Seung ceria.
Hwan melotot, terkejut.

Eun Sung pergi ke restoran Jun Se dan membereskan selebaran-selebaran dan foto Eun Woo yang dipajang di sana. Jun Se terkejut dan bertanya pada Hye Ri. Tiba-tiba Eun Sung keluar dari dalam restoran.
Eun Sung: Kakak... Sebenarnya aku ingin membereskan ini sebelum kau kembali. Maafkan aku. Tidak ada gunanya memasang foto Eun Woo di sana.
Jun Se: Eun Sung, kau kasar sekali.
Eun Sung: Jangan bilang begitu. Aku kan sudah minta maaf. Aku juga sudah bilang terima kasih. Kau tidak boleh terluka karena aku. Aku tidak melakukan ini untuk menyakitimu.
Jun Se: Lalu kenapa kau lakukan ini?
Eun Sung: Kau melakukan semua ini untukku. Jika aku meninggalkan foto-foto itu di sini....
Jun Se: Kau tidak mau memberi tahu alasanmu.
Eun Sung: Kau akan tahu nanti. Aku sangat berharap kakak bisa bahagia, sekarang, di sini.
Eun Sung mencoba tersenyum. Ia berkata dalam hati, "Kakak, jaga diri."

Eun Sung seperti mencari sesuatu di rumahnya. Hye Ri bertanya, "Apa yang kau cari? Aku akan membersihkan rumah ini."
Eun Sung: Kurasa aku meletakkan passport-ku disini.
Hye Ri: Passport? Aku menyimpannya bersama passport-ku. Itu, ada di rak atas.
Eun Sung mengambilnya. Eun Sung tersenyum dan berkata pada Hye Ri, "Kapan-kapan... kita harus bertemu dan berlibur bersama."

Hwa sibuk memilih baju yang akan dipakainya saat berkencan dengan Eun Sung. Eun Sung juga berdandan habis-habisan untuk kencannya itu.
Hwan menunggu Eun Sung. Ia bergumam sendiri, berpikir kenapa Eun Sung datang terlambat. Ia menoleh dan melihat Eun Sung bersembunyi di balik tiang.
Eun Sung tersenyum dan berjalan mendekatinya. Hwan terpesona melihat Eun Sung, namun berlagak cuek.
Hwan: Kenapa kau berjalan angkuh sekali padahal kau datang terlambat? Apa yang kau lakukan? Apa hobbymu bersembunyi?
Eun Sung: Oh... Itu.. Bukan begitu...
Hwan: Lalu kenapa kau bersembunyi?
Eun Sung: Aku hanya ingin datang terlambat 10 menit. Seorang gadis biasanya datang 10 menit lebih lambat dari jam janjian.
Hwan: Siapa yang bilang?
Eun Sung: Teman lamaku saat kelas 3 SMA.
Hwan: Kelas 3 SMA? Jadi kau tidak pernah berkencan lagi sejak kelas 3 SMA?
Eun Sung: Pokoknya, ini kencan pertamaku di Korea, jadi aku ingin melakukan apapun yang dilakukan oleh orang lain.

Hwan dan Eun Sung pergi ke bioskop. Eun Sung membayar tiket bioskop dan Hwan membayar poopcorn, cola dan nachos. Eun Sung ingin menonton film horor. Eun Sung ketakutan melihat salah satu adegan. Ia bersembunyi dan menangis di bahu Hwan. Sebenarnya Eun Sung menangis bukan karena film horornya, tapi karena akan berpisah dengan Hwan.
Setelah menonton, mereka pergi makan di sebuah restoran. Eun Sung menyuapi Hwan makan, begitu pula sebaliknya. Huu,, co cweet..

Hwan dan Eun Sung kemudian berjalan-jalan di kota. Mereka membeli gulali dan melihat atraksi badut. Hwan kesal melihat badut itu memberikan bunga pada Eun Sung.
Hwan menggandeng tangan Eun Sung. Mereka pergi ke tempat penggambar karikatur. Eun Sung meminta Hwan duduk diam agar bisa digambar. Eun Sung menahan tangisnya.
Hwan mengantar Eun Sung pulang. "Kenapa kau ingin melakukan semuanya dalam sehari?" tanya Hwan.
Eun Sung tiba-tiba mendekati Hwan dan berkata ceria, "Haruskah kita berciuman juga?"
Hwan terdiam. Eun Sung tertawa, "Aku hanya bercanda."
Hwan: Aku juga tidak mau. Kita kan bukan sedang berkencan betulan. Kita hanya mengikuti apa yang orang lain lakukan.
Eun Sung memasang tampang sedih. Hwan buru-buru berkata, "Tapi bukan berarti aku tidak menyukainya. Karena kau yang membuat rencana hari ini, aku akan membuat rencana juga lain waktu.
Eun Sung: Apa yang ingin kau lakukan?
Hwan: Aku tidak akan mengatakannya.
Eun Sung berkata dengan nada bercanda, "Aku tidak bilang aku ingin pergi. Setelah kau mengantarku pulang, semuanya akan berakhir."
Eun Sung melepaskan gandengan tangan mereka.
Hwan: Sampai bertemu besok.
Eun Sung berkata pelan seraya menangis dan melambai pada Hwan, "Aku akan pergi. Jaga dirimu. Selamat tinggal."

Nenek Jang mengetahui hal tentang Seung Mi. Tentang ayah Seung Mi dan bahwa ibunya-lah yang memulai segalanya. Seung Mi hanya terjebak di tengah-tengah. Ia memikirkan apa yang akan ia lakukan.

Eun Sung menemui Manajer Lee untuk menyerahkan surat pengunduran diri.

Eun Woo pergi berjalan seorang diri. Orang suruhan Sung Hee mengikutinya. "Go Eun Woo, kakakmu memintaku memberikan ini." Ia memberikan susu cokelat pada Eun Woo sehingga Eun Woo mau ikut dengannya.
Manajer Lee memberi tahu Hwan bahwa Eun Sung menemuinya tadi malam dan menyerahkan surat pengunduran diri. Hwan menelepon Eun Sung, tapi teleponnya tidak aktif. Hwan mencari Eun Sung di rumahnya, tapi ibu pemilik rumah mengatakan Eun Sung pergi membawa koper besar.
Hwan cemas. Ia menelepon Hye Ri, "Eun Sung pergi kemana?"
Hye Ri bingung. "Apa yang terjadi?" tanyanya. "Apa?! Eun Sung pergi?" Hye Ri teringat saat Eun Sung mencari passportnya.
Hwan: Passport?
Hwan bergegas pergi ke airport.
Eun Woo melarikan diri dari orang suruhan Sung Hee.

Go Pyung Joong menemui Jun Se. Ia menceritakan segalanya tentang dirinya. Mulai dari dia dirampok dan dikira meninggal karena ledakan gas.
Hye Ri menatap Pyung Joong, merasa ia pernah melihat Pyung Joong di suatu tempat.
Jun Se menyadari sesuatu. "Paman, apakau kau bekerja di perusahaan konstruksi?
Pyung Joong: Dari mana kau tahu?
Hye Ri terperanjat dan berteriak, "Ayah!"
Jun Se: Paman, apakah putrimu bernama Eun Sung?
Pyung Joong: Kau mengenal Eun Sung?
Jun Se dan Pyung Joong bergegas pergi ke airport.

Hwan berteriak-teriak di airport memanggil Eun Sung. "Go Eun Sung! Go Eun Sung!"
Eun Sung hendak masuk ke peron. "Eun Sung!" tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil namanya. Eun Sung mencoba menghindari, tapi Hwan menarik tangannya.
Eun Sung: Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!

Jun Se dan Pyung Joong berpencar mencari Eun Sung. Jun Se menemukan Eun Sung terlebih dahulu.
Jun Se: Eun Sung, jangan terkejut dan dengarkan baik-baik. Ayahmu tidak meninggal.
Eun Sung: Apa maksudmu, Kak?
Jun Se: Ayahmu... Ayahmu Go Pyung Joong.. Dia masih hidup.
Eun Sung terkejut, ia tidak bisa berkata apa-apa. Sepertinya masih tidak percaya.
Pyung Joong berlari dan melihat Eun Sung. Eun Sung pun melihat ayahnya.
Pyung Joong: Eun Sung... Ini ayah...
Eun Sung menjatuhkan passportnya. "A... ayah!"